Pemkab Sanggau Perkuat Sinergi Tangani Karhutla, Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap

31 Agustus 2026 15:40 WIB
Foto: insidepontianak.com -- Bupati Sanggau, Yohanes Ontot didampingi Wakil Bupati, Susana Herpena saat diwawancarai usai mempimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Halaman Kantor Bupati Sanggau/IST

SANGGAU, insidepontianak.com -- Pemerintah Kabupaten Sanggau memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyusul ditetapkannya status tanggap darurat Karhutla di wilayah tersebut.

Penguatan koordinasi dilakukan tidak hanya untuk mempercepat pemadaman api, tetapi juga mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Bupati Sanggau Yohanes Ontot menegaskan, penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Seluruh pihak, termasuk masyarakat, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga perusahaan harus terlibat.

"Kita sepakat bahwa Karhutla ini sebuah peristiwa yang tidak bisa ditangani orang per orang, tetapi harus ditangani kita bersama secara terintegrasi. Dengan demikian, Karhutla bisa sesegera mungkin (ditangani)," kata Yohanes Ontot usai memimpin Rapat Kebijakan Strategis Penanganan Tanggap Darurat Karhutla di Kabupaten Sanggau, di Aula Sabang Merah Kantor Bupati Sanggau, Senin (31/8/2026) siang.

Ontot mengatakan, Pemkab Sanggau telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencegah kebakaran meluas. Salah satunya dengan memperkuat peralatan penanganan Karhutla di lapangan serta menambah kekuatan personel dan relawan.

Selain itu, edukasi dan imbauan kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla terus ditingkatkan secara masif melalui koordinasi bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa.

Ontot menegaskan, aktivitas pembakaran lahan harus dilakukan secara terkoordinasi dan tidak boleh sembarangan, terutama dalam kondisi cuaca yang sangat kering.

"Tadi laporannya, sekarang ini tidak ada lagi peladang yang membakar lahannya. Yang belum membakar ladang, mereka menunda dulu karena sekarang sangat berisiko tinggi," ujarnya.

Antisipasi Dampak Kabut Asap

Selain fokus menangani titik api, Pemkab Sanggau juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang ditimbulkan Karhutla. Ontot mengakui, kabut asap tebal mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, Ontot telah meminta Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD M.Th. Djaman Sanggau menyiapkan langkah antisipatif selama masa tanggap darurat.

"Saya sudah mengingatkan dan meminta Dinas Kesehatan serta Direktur RSUD M.Th. Djaman untuk segera mengambil langkah antisipatif, terutama jangka pendek, untuk mengatasi persoalan kesehatan masyarakat selama kondisi tanggap darurat Karhutla," katanya.

Ia meminta fasilitas kesehatan memastikan ketersediaan tenaga medis agar selalu siaga apabila terjadi lonjakan pasien terdampak kabut asap. Bahkan, apabila diperlukan, kapasitas ruangan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat ditambah.

"Tenaga kesehatan harus stand by. Jika perlu, dalam kondisi darurat seperti ini ruangan untuk menangani masyarakat yang terdampak ISPA diperbanyak, sehingga masyarakat yang terdampak kesehatannya karena kabut asap sesegera mungkin ditangani secara maksimal," tegasnya.

Perusahaan Diminta Perketat Pengawasan

Tak hanya masyarakat, Bupati Sanggau juga meminta seluruh perusahaan, khususnya perusahaan perkebunan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.

Perusahaan diminta memperketat pengawasan di seluruh areal yang menjadi tanggung jawabnya. Langkah tersebut penting agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Ontot juga meminta perusahaan memastikan seluruh peralatan dan perlengkapan pemadam kebakaran tersedia dan dalam kondisi siap digunakan.

"Perusahaan harus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan di areal masing-masing. Peralatan dan perlengkapan pemadam api juga harus dilengkapi, sehingga apabila terjadi kebakaran bisa segera diantisipasi dan ditangani secara cepat dan tepat," pungkasnya. (*)


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar