Wali Kota Pontiak Dorong Generasi Muda Melek Politik
PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Politik yang diinisiasil komunitas Creative Student Home (CreSHome).
Program itu melibatkan mahasiswa dan pelajar. Menjadi ruang untuk memperluas wawasan mengenai politik serta peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Kegiatan semacam ini dinilai penting untuk memberikan pemahaman bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan.
Tetapi, lebih dari itu. Politik juga menyangkut bagaimana generasi muda mengambil peran dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.
“Sekolah politik ini sangat inspiratif dan kreatif. Ini membuka serta memperluas wawasan tentang perpolitikan generasi muda,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam agenda tersebut, Jumat (18/9/2026).
Ia pun menegaskan, mahasiswa dan pelajar perlu memperoleh pemahaman yang luas mengenai makna politik.
Bekal tersebut sangat krusial. Karena, sebagian dari mereka kelak akan menjadi pemimpin maupun pengambil keputusan di berbagai bidang.
“Saya berpesan, yang muda harus berkarya, bersih, dan berintegritas. Ini penting untuk kita menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Edi menekankan bahwa integritas harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Sebab, kepemimpinan pada akhirnya harus diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Selain memahami politik melalui pendidikan formal, Edi mendorong mahasiswa dan pelajar aktif berdiskusi serta mengikuti perkembangan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Dengan begitu, wawasan mereka semakin luas dan bisa melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti derasnya arus informasi melalui media sosial. Kemudahan akses informasi menurutnya perlu diimbangi dengan kemampuan mencermati dan menganalisis setiap dinamika.
“Sekarang media sosial sangat gampang diakses. Mereka pasti membaca dan mengikuti, tetapi juga harus cerdas mencermatinya,” kata Edi.
Ia mengingatkan, informasi yang beredar di ruang digital tidak semestinya langsung diterima tanpa proses analisis.
Ruang seminar dan diskusi dapat digunakan untuk menguji informasi, mencari konteks, serta membandingkannya dengan berbagai sumber dan sudut pandang.
“Dengan perbandingan-perbandingan itu, mereka punya dasar untuk menilai,” jelasnya.
Menurutnya, kebiasaan berdiskusi secara kritis akan membantu generasi muda membangun cara berpikir yang lebih matang sekaligus memperkaya kemampuan menyampaikan gagasan.
Edi berharap Sekolah Politik dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, kritis, produktif, dan tetap menjunjung tinggi integritas.
“Generasi muda harus memiliki wawasan luas, mampu mencermati perkembangan, dan yang terpenting tetap berkarya dengan bersih serta berintegritas,” pungkasnya.***
Penulis : REDAKSI/ril
Editor : -

Leave a comment