Karhutla Landak Makin Parah: Perekonomian Warga Mulai Terganggu

18 September 2026 14:24 WIB
Seorang wanita tampak menggunakan masker akibat kabut asap yang makin mengganggu aktivitas warga Landak/IST

LANDAK, Insidepontianak.com- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Landak masuk kategori parah. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama akibat kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan, karhutla telah memberikan dampak lebih luas dari sekadar kerusakan lingkungan. Aktivitas masyarakat hingga roda perekonomian di desa ikut terganggu.

“Dampak karhutla ini tidak main-main, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi roda perekonomian desa ikut terhambat,” kata Karolin, Jumat (18/9/2026).

Karolin mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat penanganan kebakaran di lapangan.

Pemkab Landak berkoordinasi dengan TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik yang masih terbakar.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga mulai menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Sebanyak 500 paket bantuan logistik diterima Pemkab Landak, terdiri dari 250 paket permakanan dan 250 paket sandang. Bantuan itu akan diarahkan ke kecamatan dan desa yang dinilai mengalami dampak paling berat.

Dinas Sosial dan BPBD Landak telah melakukan pemetaan wilayah terdampak untuk menentukan sasaran distribusi.

“Hari ini juga logistik langsung kami bawa ke Landak. Tim sudah memetakan titik-titik kecamatan dan desa yang kondisinya paling parah terdampak kabut asap. Kami pastikan distribusinya cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Namun, Karolin menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman dan bantuan setelah dampak terjadi.

Pencegahan munculnya kebakaran baru menjadi bagian penting dalam kondisi darurat saat ini. Ia pun meminta masyarakat menghentikan sementara pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Mari kita hentikan dulu kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar. Keselamatan dan kesehatan bersama harus diutamakan,” katanya.

Karolin mengatakan upaya penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi karhutla dan kabut asap di Landak mereda. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar