KPH Landak Siapkan 8 Ribu Bibit Pohon Buah untuk Penghijauan di 20 Desa Rawan Bencana

19 Januari 2026 13:21 WIB
Ilustrasi- Tanaman pohon buah menjadi aternatif program penghijuan untuk mengurangi resiko banjir dan longsor. (Insidepontianak.com/Wahyu)

LANDAK, insidepontianak.com — Pencegahan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Landak kini ditempuh lewat program penghijauan secara massif.

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Landak menyalurkan ribuan bibit pohon produktif ke desa-desa rawan bencana.

Program ini menggabungkan dua tujuan sekaligus: menjaga lingkungan dan menguatkan ekonomi masyarakat.

Kepala KPH Landak, Wawan Setiawan, menyebut hingga Februari 2026 pihaknya menargetkan distribusi 8.000 bibit pohon buah. Jenisnya: jambu air, jambu kristal, mangga, dan rambutan.

“Tanaman produktif dipilih karena bernilai ekonomi dan berfungsi menahan tanah,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Penghijauan difokuskan pada wilayah rawan banjir dan longsor. Sedikitnya ,20 desa menjadi sasaran, tersebar di Kecamatan Menjalin, Menyuke, Mabang, dan Air Besar.

“Penyaluran kami arahkan ke desa-desa tersebut,” kata Wawan.

Distribusi awal sudah berjalan. Sebanyak 500 bibit dikirim ke Kecamatan Air Besar. Sebanyak 550 batang lainnya disalurkan ke Desa Rasan.

Menurut Wawan, penanaman pohon produktif diyakini mampu menekan risiko longsor di kawasan perbukitan.

Di saat yang sama, warga mendapat manfaat ekonomi jangka panjang jika tanaman mulai berbuah. Namun keberhasilan program bergantung pada peran masyarakat.

“Bibit akan tumbuh jika dijaga bersama. Ini langkah sederhana untuk solusi yang berkelanjutan,” pungkasnya.***


Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar