Ali Khamenei Dilaporkan Tewas dalam Serangan Rudal Israel–Amerika
TEHERAN, insidepontianak.com — Kabar mengguncang Teheran. Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026).
Informasi awal muncul dari media Israel dan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Belakangan, televisi pemerintah Iran turut menyiarkan laporan duka tersebut.
Jika kabar tewasnya Khamenei terkonfirmasi final, ini menjadi pukulan terbesar bagi struktur kekuasaan Republik Islam sejak 1989.
Bagaimana tidak? Khamenei adalah pemimpin tertinggi Iran dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah.
Ia memegang tampuk kepemimpinan sejak 1989, setelah sebelumnya menjabat presiden pada 1981–1989. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi poros politik, militer, dan ideologis Iran.
Sebagaimana dilaporkan, Serangan pada Sabtu yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika menyasar sejumlah target strategis.
Tujuh rudal membombardir area kediaman Khamenei dan kompleks Istana Kepresidenan. Gelombang serangan disebut melibatkan koordinasi militer Israel dan Amerika Serikat.
Ledakan menghantam pusat simbol kekuasaan. Pesannya keras. Tekanannya langsung ke jantung negara.
Agresi tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan luas dan juga menewaskan masyarakat sipil. Situasi di Teheran berubah tegang. Pengamanan diperketat. Akses dibatasi.
Iran tidak tinggal diam. Teheran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan sejumlah target militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Langit kawasan kini seperti kawah terbuka.
Mereka saling balas serangan mempercepat spiral eskalasi. Jika kematian Khamenei dipastikan, peta politik Iran dan keseimbangan kekuatan regional akan bergeser drastis. Timur Tengah memasuki fase paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir.***
Penulis : Antara
Editor : Abdul Halikurrahman
Tags :

Leave a comment