Jelang Musim Kemarau, Sinar Mas Siaga Cegah Karhutla di Ketapang dengan Memanfaatkan Teknologi AI

12 Juni 2026 15:33 WIB
Menara CCTV berbasis AI untuk mendukung deteksi dini asap dan api secara real time dalam upaya pencegahan karhutla. (Istimewa)

KETAPANG, insidepontianak.com – Menjelang musim kemarau, berbagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Salah satunya melalui pemanfaatan sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) yang membantu mengidentifikasi indikasi asap dan api sehingga respons di lapangan dapat dilakukan lebih cepat.

Ini digunakan oleh PT Agrolestari Mandiri, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui pengoperasian kamera pemantau (CCTV) dengan AI yang mampu mendeteksi asap dan api hingga jarak 17 kilometer secara real time.

Sebagai bagian dari sistem pemantauan berlapis, teknologi ini melengkapi pemantauan hotspot berbasis satelit yang telah digunakan sebelumnya.

Dengan kemampuan mendeteksi indikasi asap dan api secara real time, sistem AI membantu mempercepat proses identifikasi dan verifikasi potensi kebakaran sehingga respons di lapangan dapat dilakukan lebih cepat.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla yang lebih luas.

Selain memperkuat sistem deteksi dini melalui kombinasi pemantauan berbasis AI dan satelit, perusahaan juga terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli rutin, pembinaan Masyarakat Siaga Api (MSA), serta penguatan personel dan sarana pemadaman.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Apel Siaga Pencegahan Karhutla yang diselenggarakan PT Agrolestari Mandiri di Ketapang, Kalimantan Barat.

Kegiatan yang diikuti 250 peserta ini mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta perwakilan perusahaan untuk memperkuat koordinasi menjelang musim kemarau.
 

Penandatanganan komitmen bersama menandai upaya kolaboratif pemerintah, aparat, masyarakat, dan perusahaan dalam memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang. (Istimewa)

Penandatanganan Bersama

Selain apel siaga, para pemangku kepentingan juga melakukan penandatanganan komitmen bersama pencegahan karhutla.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Ketapang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pembukaan Lahan dengan Pembakaran Terkendali untuk Kearifan Lokal serta simulasi penanganan karhutla oleh Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) perusahaan.

Yunifar Purwantoro, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Yunifar yang berperan sebagai inspektur apel siaga mengingatkan bahwa risiko kebakaran dapat terjadi di berbagai wilayah sehingga kolaborasi antarpihak sangat penting.

“Karhutla bukan hanya menjadi urusan pemerintah atau BPBD. Pencegahan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan,” ujar Yunifar

Senada, Rudi Windra Darisman, Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang, mengatakan bahwa sistem deteksi dini menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko karhutla. Menurutnya, semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin besar peluang mencegah api meluas.

“Langkah pencegahan yang paling efektif adalah memperkuat sistem peringatan dini dan deteksi dini, seperti monitoring hotspot secara berkala, patroli terpadu, serta pengecekan langsung di lapangan,” jelas Rudi. 

Camat Nanga Tayap, Sabran, menegaskan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla.

Menurutnya, kegiatan pencegahan seperti apel siaga tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat karena menunjukkan komitmen berbagai pihak untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran.

“Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dan komunikasi yang baik sangat penting agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih dini dan dicegah sebelum menjadi bencana yang lebih besar,” ujar Sabran.

CEO Perkebunan Sinar Mas (PSM) 7, Bonny Wijaya, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dapat membantu mempercepat deteksi risiko. Namun, penggunaan teknologi tersebut perlu dibarengi dengan kolaborasi dan kesadaran bersama.

“Menjaga lingkungan dari risiko kebakaran membutuhkan kerja sama banyak pihak. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dapat berjalan dengan optimal,” ujar Bonny.

Di tengah tantangan musim kemarau yang kembali datang setiap tahun, pencegahan karhutla tidak lagi hanya mengandalkan respons ketika api muncul.

Melalui kombinasi teknologi, kesiapsiagaan di lapangan, dan kerja sama dengan masyarakat, berbagai pihak berupaya memastikan potensi kebakaran dapat dikenali dan ditangani lebih dini.***


Penulis : REDAKSI/ril/biz
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar