Anggaran Minim, Dewan Kalbar Sebut Pemprov Kalbar Tak Komitmen Bangun Sektor Pertanian

<p><strong> strong>p> <p><strong>PONTIANAK, insidepontianak.comstrong> - Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Affandie menyebut Pemerintah Provinsi Kalbar di bawah kepemimpinan Sutarmidji-Ria Norsan belum berkomitmen membangun sektor pertanian.p> <p>Sebab, dukungan anggaran sektor pertanian di Kalbar sangat kecil. Affandie mengatakan, persoalan sektor pertanian di Kalbar sangat kompleks. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah.p> <p>"Mulai dari kelangkaan pupuk subsidi, kenaikan harga pupuk non subsidi hingga obat-obatan masih menjadi keluhan petani," kata Affandie, Rabu (11/1/2023).p> <p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.insidepontianak.com/kalbar/pr-4546524774/tak-sengaja-bertemu-di-jakarta-jumadi-dan-yansen-akun-effendy-bahas-pilkada-sanggau-2024">Tak Sengaja Bertemu di Jakarta, Jumadi dan Yansen Akun Effendy Bahas Pilkada Sanggau 2024a>strong>p> <p>Untuk kuota pupuk subsidi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah kebutuhan 70 persen, hanya 30 persen yang dibantu pemerintah.p> <p>"Kondisi ini membuat keluhan petani," ujarnya.p> <p>Sementara, untuk membeli pupuk non subsidi, harganya pun meroket. Bahkan, tercatat mengalami kenaikan 60 persen dari harga biasanya. Termasuk pula kata Affandi, harga obat-obatan yang naik hingga 100 persen.p> <p>"Makanya petani kita tak mampu," ujarnya.p> <p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.insidepontianak.com/kalbar/pr-4546523010/bupati-sambas-satono-akan-bangun-jalan-poros-sungai-kelambu-bukit-sigoler-tahun-ini">Bupati Sambas Satono akan Bangun Jalan Poros Sungai Kelambu-Bukit Sigoler Tahun Inia>strong>p> <p>Di sisi lain bantuan pemerintah pusat dan daerah dalam bentuk anggaran pun sangat minim. Dari tahun ke tahun anggaran sektor pertanian terus mengalami penurunan.p> <p>"Tahun lalu kita (Kalbar) masih dibantu Rp100 miliar. Tahun ini sisa Rp79 miliar," kata dia.p> <p>Begitu pun Pemprov Kalbar. Anggaran Pemerintah Provinsi tahun 2023 hanya Rp46 miliar. Padahal, tahun 2022 hampir Rp80 miliar.p> <p>"Jadi turun sekali," ujarnya.p> <p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.insidepontianak.com/kalbar/pr-4546522235/hadiri-tabligh-akbar-bupati-erlina-semoga-shalawat-untuk-nabi-muhammad-bawa-berkah-untuk-kabupaten-mempawah"> Hadiri Tabligh Akbar, Bupati Erlina: Semoga Shalawat untuk Nabi Muhammad Bawa Berkah untuk Kabupaten Mempawaha>strong>p> <p>Sementara dari anggaran Rp46 miliar itu, 60 persen dipastikan untuk operasional pegawai. Sementara 40 persen untuk pengadaan barang dan jasa.p> <p>"Artinya tak berpihak, bagaimana mau mencapai swasembada," terangnya.p> <p>Menurut legislator Dapil Kubu Raya-Mempawah ini, Pemprov Kalbar hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.p> <p>Bahkan SPPD yang sudah ditetapkan Pemprov dan DPRD masih bisa dipangkas Gubernur untuk membangun infrastruktur. Tapi tidak untuk sektor pertanian.p> <p>"Kalau perkebunan dia jalan sendiri karena dikelola swasta. Tapi pertanian ini perlu pembinaan. Ini yang jadi masalah,"pungkasnya.***p>
<br>
Penulis : admin
<br>
Editor :
Tags :

Leave a comment