Zulfydar Tegaskan HN Tak Bawa Nama Partai Saat Aksi Demo Mahasiswa

22 Oktober 2026 10:12 WIB
Sekretaris DPW PAN Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, menyayangkan terjadinya aksi kekerasan di tengah penyampaian aspirasi di kawasan Kantor Gubernur Kalbar dan Tugu Digulis Pontianak.

Ia menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum harus tetap mengedepankan ketertiban dan tidak diwarnai tindakan anarkis.

Menanggapi sosok berinisial HN yang disebut-sebut sebagai kader PAN, Zulfydar menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak bertindak atas nama partai, melainkan dalam kapasitasnya sebagai anggota masyarakat.

Zulfydar mengatakan, dirinya menghargai dan menghormati penyampaikan penyampaian pendapat dimuka umum sebagai bentuk upaya masyarakat memberikan masukan terhadap pembangunan daerah.

Ia mengaku hanya sebatas mendapat informasi. Kronologi kejadian belum diketahui, mengingat saat kejadian dirinya sedang berada di Medan untuk membuka Kejuaraan Nasional Bola Tangan Indonesia. 

“Saya hanya membaca dan melihat perkembangan di media sosial berkaitan dengan kejadian, baik di Kantor Gubernur maupun di Digulis. Ada beberapa nama yang disebut dalam pemberitaan. Karena itu, saya ingin mengklarifikasi posisi yang bersangkutan,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah berkomunikasi langsung dengan HN, sosok yang dimaksud dalam pemberitaan melakukan tindakan represif. Kepada Zulfidar, HN mengaku sebagai korban pemukulan saat kejadian. 

"HN anggota PAN kami. Dia ikut dalam tergabung dalam aliansi masyarakat. Jadi bukan kapasitasnya sebagai anggota partai, dan dia juga korban," ungkapnya mengulang pernyataan HN. 

Masih keterangan Zulfidar, penuturan HN juga mengungkapkan aksi yang ia lakukan dilandasi keresahan. Sebab, ada informasi yang diterima situasi Kalbar mau dibuat chaos atau rusuh.

Sadar kondisi saat ini sulit dan diyakini akan lebih sulit lagi jika kerusuhan terjadi makanya HN bersama sejumlah warga  berupaya mencegah terjadinya kekacauan.

Namun saat penyampaian aspirasi, HN mengaku mendapat pemukulan pada saat sedang berbicara dengan orator aksi di bundaran tugu D'Gulis Akhirnya HN sempat marah dan mencari pelaku pemukulan. 

Berdasarkan keterangan HN, dirinya sama sekali tidak melakukan kekerasan terhadap mahasiswa. Justru dia tidak ingin aksi ini menjadi anarkis dn merusak sarana dan prasarana umum. 

Meski demikian, Zulfydar menegaskan bahwa penjelasan tersebut merupakan keterangan yang disampaikan HN kepadanya. 

Siap Mundur 

Zulfydar juga menyampaikan bahwa HN merasa dirugikan dengan pemberitaan yang beredar. Apabila keterlibatannya dalam peristiwa tersebut dikaitkan dengan posisinya di partai. Sebab, dia menegaskan, turun dalam aksi tidak membawa nama partai.Termasuk atribut partai. 

Karenanya, HN menyatakan siap mengundurkan diri dari organisasi apabila keberadaannya dianggap merusak citra partai dengan menarik kejadian tersebut dengan statusnya sebagai kader. 

“Dia menyampaikan siap mundur jika dianggap merusak citra organisasi. Namun, yang perlu saya luruskan, berdasarkan penjelasannya, saat kejadian dia hadir sebagai anggota masyarakat, bukan mewakili partai,” ujarnya.

Zulfydar turut menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan HN, dirinya justru merasa menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut.

HN lanjutnya, sedang berupaya mencari informasi mengenai kejadian yang sebenarnya, termasuk kemungkinan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV milik pemerintah untuk mengetahui kronologi peristiwa.

Meski demikian, klaim mengenai siapa yang menjadi korban maupun pihak yang melakukan pemukulan masih perlu ditelusuri melalui bukti dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Zulfydar menegaskan akan terus mengikuti perkembangan kasus tersebut, baik dari sisi mahasiswa maupun masyarakat yang terlibat, agar persoalan dapat dipahami secara utuh.

Ia berharap situasi tetap kondusif dan setiap pihak dapat menyampaikan keterangan berdasarkan fakta, sehingga persoalan yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya akan terus memantau perkembangan situasi ini, baik dari hulu maupun hilirnya,” pungkasnya (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar