Aktivis Buruh Kayong Utara Ingatkan Pemda dan Aparat Perketat Distribusi Pertalite

15 Juni 2026 12:08 WIB
Ilustrasi - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang melayani penisian BBM Pertamax. (Istimewa)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Kenaikan harga Pertamax dikhawatirkan memicu peningkatan konsumsi Pertalite di Kabupaten Kayong Utara.

Jika tidak diantisipasi, kondisi itu berpotensi memicu kelangkaan, antrean panjang, hingga penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

Karena itu, Ketua Serikat Buruh Kabupaten Kayong Utara, Abdul Khaliq, meminta Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama aparat memperketat pengawasan distribusi Pertalite.

“Ini harus diantisipasi sejak sekarang,” ujarnya meningatkan, Senin (15/6/2026).

Menurut Khaliq, pemerintah tidak cukup hanya memastikan stok BBM bersubsidi dalam kondisi aman.

Namun, distribusi di lapangan juga harus berjalan lancar, tepat sasaran, dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan.

Ia pun menegaskan, masyarakat berhak memperoleh Pertalite sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian bahwa Pertalite tersedia di lapangan,” tegasnya.

Khaliq menegaskan pengawasan distribusi BBM bersubsidi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum.

Pengawasan juga tidak boleh hanya difokuskan pada aspek keamanan stok. Tetapi, potensi penyimpangan distribusi yang dapat menghambat akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi juga harus menjadi perhatian.

Dengan pengawasan yang baik, subsidi energi diharapkan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

“Jangan sampai negara hadir dalam kebijakan, tetapi absen dalam pengawasan,” pungkasnya.***


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar