PLN Perkuat Konservasi Mangrove dan Ekonomi Pesisir di Kuala Satong Lewat Program Silvofishery

10 Mei 2026 10:05 WIB
Sekitar 4.000 bibit mangrove dipersiapkan untuk ditanam di kawasan pesisir Desa Kuala Satong melalui Program TJSL PLN UP3 Ketapang sebagai wujud nyata komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. (Istimewa)

KETAPANG, insidepontianak.com - PLN memperkuat pelestarian mangrove sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, melalui program silvofishery.

Sosialisasi program tersebut digelar pada Kamis (7/5/2026) dengan menggandeng Mitra Pembangunan Ketapang (MPK).

Sebagai langkah awal, sebanyak empat ribu bibit mangrove disiapkan untuk ditanam di pesisir Desa Kuala Satong.

Melalui konsep silvofishery, masyarakat didorong mengelola kawasan pesisir secara produktif tanpa mengabaikan kelestarian hutan mangrove sebagai benteng alami kawasan pantai.

Direktur Mitra Pembangunan Ketapang (MPK), Donatus Rantan, mengatakan program itu hadir untuk menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan upaya konservasi.

“Dengan pendekatan silvofishery, masyarakat dapat memanfaatkan kawasan pesisir secara produktif tanpa merusak ekosistem mangrove yang berperan penting menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Donatus.

Manager PLN UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, menegaskan program TJSL menjadi wujud komitmen PLN menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

PLN ingin menghadirkan dampak nyata yang bisa dirasakan langsung masyarakat.

Targetnya bukan sekadar menjaga ekosistem mangrove. Program silvofishery juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat dapat terlibat aktif sehingga program ini benar-benar menjadi milik bersama,” kata Yusrizal.

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama untuk memastikan keberlanjutan program di lapangan.

Keterlibatan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan mitra pembangunan dinilai akan memperkuat efektivitas pelaksanaan program dalam jangka panjang.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, mengatakan program TJSL PLN merupakan bagian dari strategi mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Barat.

“Program di Kuala Satong ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjaga ekosistem mangrove sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat pesisir,” ungkap Maria.

Ia menekankan, pelestarian mangrove memiliki peran strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim, melindungi kawasan pesisir dari abrasi, serta menjaga keberlangsungan sumber daya perikanan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat.

Melalui sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat, program TJSL di Desa Kuala Satong diharapkan menjadi model pembangunan pesisir berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar