Kemarau Melanda, Karhutla Mengintai, Sujiwo Imbau Petani Waspada Buka Lahan
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Cuaca panas sudah dua pekan melanda wilayah Kalimantan Barat. Lahan gambut mulai mengering. Risiko kebakaran hutan dan lahan pun meningkat.
Menyikapi kondisi itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo mengimbau pemilik lahan dan petani tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sebab, dalam situasi kemarau, api mudah menjalar dan sulit dikendalikan. Ia juga meminta pemilik lahan rutin memantau kondisi lahannya.
“Musim kemarau seperti ini, lahan harus ditengok dan dipantau. Jangan dibiarkan,” pesan Sujiwo saat meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Punggur Kecil, Jumat (23/1/2026).
Sujiwo menegaskan, pembakaran lahan di tengah cuaca kering sangat berisiko. Dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat.
Kebakaran lahan menimbulkan kabut asap. Mencemari udara. Kesehatan terganggu. Aktivitas ekonomi terhambat.
“Sekolah dan penerbangan bisa terdampak,” ujarnya.
Ia mengaku memahami kondisi petani yang bergantung pada hasil lahan. Namun, pembukaan lahan dengan cara membakar diharap ditunda selama musim kemarau.
“Kami paham ini soal mata pencaharian. Tapi dalam kondisi seperti ini, mohon menahan diri. Jangan sampai merugikan banyak orang,” tegasnya.
Jika pembukaan lahan tetap dilakukan, Sujiwo menekankan harus mengikuti prosedur dan protokol yang berlaku, agar api tidak meluas dan mengancam permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, lanjutnya, akan mengerahkan organisasi perangkat daerah terkait untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada kelompok tani tentang cara membuka lahan yang aman dan ramah lingkungan.
“Kita ingin petani dan pemilik lahan ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan,” pungkas Sujiwo. ***
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment