Pemprov Kalbar Dorong RSUD TBSI Kubu Raya Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

6 Februari 2026 13:29 WIB
RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Kubu Raya. (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya menjadi rumah sakit rujukan regional.

Hal itu, guna mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit besar serta memperpendek jalur rujukan masyarakat, khususnya dari wilayah pesisir dan pedalaman di Kubu Raya.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengatakan, keberadaan RSUD TBSI sangat strategis, karena mampu melayani masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari kawasan pesisir hingga wilayah terpencil.

“Ini sangat membantu. Selama ini rumah sakit rujukan kita (RSUD dr.Soedarso) penuh terus," kata Norsan saat meninjau langsung RSUD TBSI Kubu Raya, Jumat (6/2/2026).

Dengan adanya RSUD TBSI, Norsan optimis, masyarakat dari daerah pesisir dan sekitarnya bisa langsung ditangani di sini.

Di samping itu, Norsan mengapresiasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto serta Kementerian Kesehatan RI atas pembangunan RSUD TBSI di Kabupaten Kubu Raya.

Karena itu, Pemprov Kalbar juga mendorong agar pembangunan rumah sakit serupa dapat dilanjutkan, seperti di Kabupaten Sintang.

Tujuannya jelas, agar wilayah barat dan timur Kalbar sama-sama memiliki rumah sakit rujukan yang memadai.

"Kalau di Sintang juga dibangun satu seperti ini, maka Kubu Raya dan Sintang bisa menjadi penyangga layanan kesehatan," jelasnya

"Jadi rujukan tidak menumpuk di Pontianak,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut RSUD TBSI merupakan bagian dari program nasional pembangunan 66 RSUD tipe C di kabupaten/kota se-Indonesia yang sebelumnya belum memilikinya.

Ia menegaskan, rumah sakit ini dirancang untuk menangani empat penyakit utama penyebab kematian nasional: stroke, jantung, kanker, dan ginjal.

Untuk kasus stroke, RSUD TBSI dilengkapi cath lab serta fasilitas bedah kraniotomi. Layanan jantung juga bisa ditangani langsung di sini, termasuk pemasangan ring. 

Pasien kanker nantinya dapat menjalani pemeriksaan patologi anatomi hingga kemoterapi, sementara penderita gagal ginjal bisa melakukan cuci darah tanpa harus keluar daerah.

“Artinya masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh. Semua bisa selesai di sini, termasuk layanan ibu dan anak,” kata Budi.

Selain itu, Budi mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based). 

RSUD dr Soedarso Pontianak telah diajukan sebagai pusat pendidikan, dengan skema rekrutmen putra-putri asli daerah.

“Kalau hospital based, rekrutmennya anak daerah. Tidak perlu bayar kuliah, malah digaji," jelas Budi.

Ia berharap program tersebut mulai berjalan tahun ini, diawali dengan satu spesialis sebelum diperluas ke bidang lainnya.

"Harapannya akses jadi lebih mudah dan dokter spesialisnya memang menetap di Kalbar,” harapnya.

Ia menambahkan, apabila seluruh sarana prasarana telah siap, RSUD TBSI Kubu Raya akan diusulkan untuk diresmikan langsung oleh Presiden RI. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar