Serpihan Helikopter PK-CFX Terlihat dari Udara, Berada di Lereng Curam Sekadau

16 April 2026 21:31 WIB
Serpihan helikopter PK-CFX yang hilang kontak di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau terpantau dari udara. (Dok. SAR)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Pencarian helikopter PK-CFX yang hilang kontak di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, mulai menemukan titik terang.

Tim SAR gabungan mendeteksi serpihan dari udara. Lokasinya berada di lereng curam dengan akses yang sulit dijangkau. Hingga kini, tim belum dapat menembus titik tersebut.

“Lokasi dugaan jatuh berada di kawasan perbukitan dengan vegetasi rapat,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, Kamis (16/4/2026) malam.

Hujan yang turun pada sore hari memperberat proses menuju lokasi. Evakuasi direncanakan dilanjutkan pada Jumat pagi dengan pertimbangan keselamatan.

“Kondisi di lapangan cukup berat. Medan berbukit dan cuaca hujan,” jelasnya.

Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, mengatakan pencarian udara dilakukan sejak pukul 13.10 WIB.

Tim gabungan diterbangkan menuju area hilang kontak. Sekitar 45 menit kemudian, tim menemukan adanya pergeseran posisi sekitar 1,9 nautical miles dari titik perkiraan awal. Di lokasi itu terlihat objek yang diduga serpihan helikopter.

“Secara visual maupun melalui kamera, terlihat serpihan. Namun kami belum bisa memastikan kondisi detail di lapangan,” katanya.

Menurut Sidik, titik tersebut berada di lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Kondisi ini menyulitkan pendaratan maupun manuver penyelamatan dari udara.

Tim udara kemudian memetakan jalur masuk bagi personel darat. Termasuk titik aman untuk dropping logistik.

Sementara itu, tim darat terus bergerak mendekati lokasi. Saat ini jaraknya diperkirakan sekitar 4 kilometer dari koordinat target.

Sebelumnya, helikopter PK-CFX hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis pagi sekitar pukul 08.39 WIB.

Helikopter tersebut membawa delapan orang. Terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Mereka masing-masing adalah Capt Marindra W (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), serta Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

Hingga kini, nasib delapan orang tersebut masih belum diketahui. Tim gabungan memastikan pencarian akan terus dimaksimalkan hingga lokasi dapat dijangkau.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar