8 Dapur MBG Stop Operasi, Standar SOP Bermasalah Harus Dirombak Ulang
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Sebanyak delapan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kubu Raya untuk sementara berhenti beroperasi.
Penghentian dilakukan, karena dapur tersebut sedang menjalani perbaikan untuk memenuhi standar operasional prosedur (SOP).
Sekretaris Daerah Kubu Raya sekaligus Ketua Satgas MBG Kubu Raya, Yusran Anizam mengatakan, saat ini Kubu Raya memiliki sekitar 73 dapur MBG mandiri dan sebagian besar masih aktif beroperasi.
“Sebagian besar beroperasi, ada delapan dapur yang memang sedang suspend dalam rangka perbaikan pemenuhan standar sesuai dengan SOP,” kata Yusran, Senin (11/5/2026).
Menurut Yusran, langkah suspend dilakukan agar seluruh dapur benar-benar memenuhi standar keamanan pangan dan tata kelola yang telah ditetapkan dalam program MBG.
Ia memastikan, penghentian operasional tersebut bersifat sementara dan dapur yang disuspend ditargetkan segera kembali berjalan.
“Insyaallah mudah-mudahan secepatnya bisa selesai dan bisa beroperasi kembali, karena ini ditunggu oleh anak-anak kita semua,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Kubu Raya juga tengah memperkuat sistem rantai pasok bahan pangan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Skema itu disiapkan agar kebutuhan dapur MBG dapat langsung dipasok oleh petani, nelayan, peternak dan UMKM lokal tanpa rantai distribusi yang panjang.
“Nanti yang berkontrak dengan dapur, kita harapkan KDMP. Sehingga tidak ada lagi rantai pasok dari UMKM ini yang terlalu panjang,” tambahnya.
Yusran mengungkapkan, sebanyak 123 desa di Kubu Raya kini telah membentuk KDMP lengkap dengan legalitasnya.
Karena itu, KDMP dinilai sudah bisa langsung menjalin kontrak kerja sama dengan dapur-dapur MBG yang beroperasi di Kubu Raya.
“Ini sudah bisa berkontrak untuk semua dapur MBG,” ungkap Yusran.
Pemkab Kubu Raya menargetkan pengembangan jumlah dapur MBG hingga sekitar 140 dapur ke depan, termasuk menunggu keputusan BGN terkait dapur kategori 3T. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment