Sujiwo Minta Kasus Oknum Avsec Supadio Dikembangkan, Polisi Ungkap Modus Penyelundupan Vape Etomidate

29 Mei 2026 14:27 WIB
Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kubu Raya. (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Dugaan keterlibatan oknum petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kubu Raya dalam penyelundupan narkotika jenis etomidate cair mendapat sorotan dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo.

Diketahui, kasus tersebut terungkap setelah Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur menangkap seorang kurir berinisial FP di Hotel Horison Balikpapan pada 13 April 2026.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, dari tangan FP polisi menemukan 115 cartridge vape mengandung etomidate dengan berat netto sekitar 230 gram.

FP diketahui diperintah seseorang berinisial E di Samarinda untuk mengambil barang tersebut dari Pontianak dan mengedarkannya di wilayah Kalimantan Timur.

Dalam pengembangan kasus, polisi kemudian menangkap MH (28), oknum Avsec Bandara Supadio yang diduga membantu meloloskan FP saat pemeriksaan di bandara.

“Tersangka MH memanfaatkan posisinya sebagai petugas Avsec untuk memalsukan identitas FP di manifes penerbangan dengan nama orang lain agar tidak terdeteksi,” kata Romylus dikutip dari kompas.com.

Tak hanya itu, MH juga disebut menerima imbalan sebesar Rp24,1 juta untuk membantu proses penyelundupan narkotika jenis baru tersebut.

Polda Kaltim kemudian melakukan pengembangan dan menangkap MH di Kalimantan Barat pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Menanggapi kasus itu, Sujiwo menilai jika dugaan tersebut terbukti benar, maka tindakan oknum Avsec itu sangat memalukan.

“Kalau memang hal itu bisa dibuktikan secara hukum, oknum Avsec tersebut harus mendapatkan ganjaran yang setimpal,” katanya, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru diduga membantu penyelundupan narkotika demi uang.

“Ini memalukan seorang abdi negara tapi melakukan hal tak terpuji seperti ini hanya gara-gara uang. Artinya mereka tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara baik,” tegasnya.

Ia pun meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan mendalami kemungkinan adanya jaringan lain.

“Ini boleh dikembangkan, jangan sampai ada penyelundupan-penyelundupan yang lain,” ujarnya.

Meski pengelolaan bandara bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah, Sujiwo mengaku perlu memberikan perhatian, sebab Bandara Supadio berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

“Karena bandara ada di Kabupaten Kubu Raya saya harus memberikan atensi walaupun bukan kewenangan saya. Tapi saya mewakili masyarakat mohon kasus ini untuk menjadi atensi,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Bandara Internasional Supadio belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait adanya oknum Avsec yang terlibat penyeludupan narkoba ke Kaltim itu, insidepontianak.com telah menghubungi Humas PT Angkasa Pura namun tak ada mendapat respon. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar