Kubu Raya Masih Cari Lahan Pengganti LP2B, Kekurangan Hampir 10 Ribu Hektare

17 Juni 2026 16:13 WIB
Penyerahan dokumen pandangan fraksi-fraksi DPRD Kubu Raya mengenai laporan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2025 ke Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, Rabu (17/6/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya masih berupaya memenuhi kebutuhan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang hingga kini masih mengalami kekurangan hampir 10 ribu hektare.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, usai rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu (17/6/2026).

Menurut Sukiryanto, LP2B menjadi salah satu catatan yang disampaikan fraksi DPRD dan akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah daerah.

“Kita masih hampir 10 ribu hektare yang belum masuk LP2B,” kata Sukiryanto.

Ia menjelaskan, Pemkab Kubu Raya juga telah menerima surat dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional yang meminta daerah mencari lahan pengganti untuk memenuhi target LP2B tersebut.

Jika kebutuhan luasan LP2B tidak terpenuhi, maka sejumlah lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan pertanian berkelanjutan tidak dapat dialihfungsikan untuk kebutuhan lain.

“Kita masih diminta mencari pengganti,” ujarnya.

Sukiryanto mengatakan, persoalan itu akan menjadi bagian dari jawaban pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi yang dijadwalkan disampaikan dalam rapat paripurna lanjutan pada Jumat mendatang.

Selain itu, sejumlah isu lain seperti SILPA dan upaya menekan angka pengangguran juga menjadi perhatian DPRD dalam pembahasan pertanggungjawaban APBD 2025.

“Masukan-masukan itu akan ditelaah dulu oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar