Atasi Krisis Guru, 35 Sekolah di Kubu Raya Berpotensi Digabung

19 Juni 2026 14:49 WIB
Kepala Disdikbud Kubu Raya, Sy Muhammad Firdaus. (Insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Sebanyak 35 sekolah di Kabupaten Kubu Raya berpotensi digabung (regrouping). Kebijakan itu disiapkan untuk mengatasi krisis guru yang kian terasa akibat gelombang pensiun tenaga pendidik.

Tahun ini, sekitar 200 guru di Kubu Raya memasuki masa pensiun. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Sy Muhammad Firdaus, mengatakan sekolah dengan jumlah murid kurang dari 30 siswa menjadi prioritas dalam kajian regrouping.

"Sekolah-sekolah ini menjadi sasaran pertama yang kami kaji," kata Firdaus kepada Insidepontianak.com, Jumat (19/6/2026).

Regrouping dilakukan dengan menggabungkan dua hingga tiga sekolah yang memiliki jumlah siswa sedikit menjadi satu sekolah.

Namun, kebijakan itu tidak akan diterapkan secara seragam. Pemerintah daerah tetap mempertimbangkan kondisi geografis dan akses pendidikan bagi siswa.

"Jangan sampai setelah di-regrouping justru ada anak yang tidak sekolah karena akses yang semakin sulit," ujarnya.

Selain regrouping, Disdikbud juga mengkaji penerapan sistem multigrade di sekolah yang mengalami kekurangan guru.

Melalui sistem itu, satu guru dapat mengajar beberapa tingkatan kelas sekaligus dalam satu ruang belajar.

"Ada kemungkinan dalam satu kelas terdiri dari siswa kelas satu, dua, dan tiga yang diasuh satu guru," jelas Firdaus.

Regrouping dan multigrade menjadi opsi jangka pendek untuk menjaga layanan pendidikan tetap berjalan di tengah berkurangnya jumlah tenaga pendidik.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar