Atasi Dampak Kemarau, Pemkab Kubu Raya Kerahkan 4 Mobil Pengolah Air Bersih

13 September 2026 11:25 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo. (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com — Di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum berakhir, masyarakat Kabupaten Kubu Raya mulai menghadapi ancaman krisis air bersih.

Kebutuhan air warga melonjak. Harga air galon melambung. Antrean terjadi di mana-mana. Sementara, pasokan air PDAM asin. Tak bisa digunakan untuk memasak. 

Situasi krisis ini memaksa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya harus menyiapkan langkah mitigasi untuk memastikan distribusikan pasokan air bersih terus berjalan. 

Empat unit mobil pengolah air (water treatment) dari unsur Brimob, Pasgat/Batalyon, serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) disiapkan untuk mengolah pasokan dari sumber air baku yang telah dipetakan.

Empat armada tersebut diperkirakan mampu memproduksi sekitar 140 ribu liter air bersih siap konsumsi dalam 10 jam operasional. Sejumlah titik air baku yang disiapkan di antaranya kolam di kawasan Taman Makam Pahlawan dan kolam Batalyon.

“Makanya saya agak lega, sumber air bakunya kita sudah ada,” kata Bupati Kubu Raya, Sujiwo, Sabtu (12/9/2026).

Ia menegaskan, dalam kondisi darurat kemarau, pemerintah tak boleh hanya memusatkan perhatian pada pemadaman api. Sebab, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di permukiman tak kalah mendesak.

“Ada hal yang sangat krusial di luar pemadaman api, yaitu pasokan air minum bagi warga,” tegasnya.

Selama sembilan hari terakhir, Pemkab Kubu Raya telah menyalurkan sekitar 680.800 liter air bersih kepada warga terdampak. Rata-rata sekitar 70 ribu liter disebar setiap hari.

Sujiwo mengklaim setiap hari ia menerima aduan masyarakat yang masuk ke ponselnya, baik lewat pesan media sosial maupun komunikasi langsung. Ini menandakan, kebutuhan air bersih kian tinggi. 

“Rakyat semakin susah mendapatkan air minum. Negara harus hadir di tengah situasi ini,” tuturnya.

Meski empat armada water treatment siap beroperasi, Sujiwo menegaskan pencarian sumber air alternatif terus digencarkan, agar ada skenarion lain jika dampak karhutla kian memburuk.

“Saya tidak boleh cepat berpuas diri. Saya masih harus cari alternatif-alternatif sumber air lain,” tegasnya. 

Karena itu, ia memerintahkan para camat dan kepala desa turun ke lapangan memastikan pasokan air sampai ke tangan warga. Desa yang belum terjangkau bantuan diminta segera didata.

Bagi desa yang tidak bisa diakses armada tangki besar, pemerintah desa diimbau mencari alternatif angkutan lokal dan mengusulkan pembiayaannya ke pemerintah daerah.

“Di situasi sulit seperti ini, kunci utamanya adalah gotong royong, kolaborasi, dan sinergi bersama,” lanjutnya. 

Kendati demikian, Sujiwo meminta masyarakat Kubu Raya tetap tenang dan tidak panik. Pemkab dipastikan terus mengawal ketersediaan pasokan air bersih hingga musim kemarau mereda.

“Berkaitan dengan air bersih, tolong jangan khawatir. Kita sudah punya strategi penanganannya,” pungkasnya.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar