Distribusi 5.500 Bibit, KPH Landak Dorong Rehabilitasi Lahan dan Ekonomi Warga

18 Februari 2026 16:36 WIB
Bibit kopi liberika di pusat pembibitan UPT KPH Wilayah Landak.

LANDAK, Insidepontianak.com - Di tengah masifnya perubahan tata guna lahan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Landak menyalurkan 5.500 bibit tanaman produktif untuk rehabilitasi lahan di luar kawasan hutan.

Bibit yang terdiri atas kopi liberika, matoa, jambu kristal, alpukat, dan mangga itu mulai didistribusikan ke sejumlah titik di Kabupaten Landak.

Program menyasar Area Penggunaan Lain (APL) yang mengalami penurunan tutupan vegetasi, baik akibat ekspansi Hak Guna Usaha (HGU) maupun lahan milik warga yang belum tergarap optimal.

Kepala KPH Wilayah Landak Wawan Setiawan mengatakan, penyaluran bibit difokuskan pada wilayah yang memiliki kesiapan lahan dan komitmen masyarakat untuk menanam serta merawat tanaman.

“Peruntukannya untuk kegiatan rehabilitasi di luar kawasan hutan. Bibit didistribusikan kepada masyarakat yang memiliki lahan siap tanam, khususnya untuk jenis buah-buahan dan kopi,” ujar Wawan, Rabu (18/2/2026).

Dari total 5.500 bibit, sebanyak 4.000 batang dialokasikan untuk wilayah Ngabang, sementara 1.500 batang lainnya disalurkan kepada masyarakat di sekitar Tahura Pandan Pulo, Tiang Tanjung.

Menurut Wawan, pemilihan tanaman produktif tidak semata bertujuan memperbaiki tutupan lahan. Tanaman buah dan kopi dinilai mampu berfungsi sebagai peneduh dan penahan erosi, sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga.

Rehabilitasi dilakukan secara terukur. KPH Landak menargetkan penanaman pada lahan seluas 10 hektar di Kecamatan Menjalin, 10 hektar di Menyuke, 10 hektar di Air Besar, serta sekitar 5-6 hektar di Sengah Temila.

Program ini merupakan kelanjutan kegiatan yang telah berjalan sejak awal tahun. Hingga Februari 2026, KPH Landak mencatat sedikitnya 8.000 bibit telah dan siap didistribusikan, termasuk 3.000 bibit yang lebih dulu disalurkan ke Ngabang, Air Besar, dan Menyuke.

"Sekalian juga nanti ada tambahan 3.000 bibit dari BPDAS untuk memperluas cakupan penanaman," pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar