3.502 Kasus ISPA dan 5 Kasus DBD di Sambas, Dinkes Ingatkan Warga Tetap Waspada
SAMBAS, insidepontianak.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mencatat ribuan kasus penyakit menular terjadi sepanjang tahun 2026. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus kematian.
Berdasarkan data Dinkes Sambas, tercatat sebanyak 3.502 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Sementara itu, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD/DHF) tercatat sebanyak 5 kasus, dan seluruhnya tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Ganjar Eko Prabowo mengatakan bahwa kondisi tersebut memang belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), namun tetap perlu menjadi perhatian bersama.
“Perkembangan penyakit menular ini erat kaitannya dengan faktor lingkungan, musim atau cuaca, serta perilaku hidup masyarakat. Walaupun belum terjadi peningkatan signifikan, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, penyakit seperti ISPA dan DBD sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta pola hidup masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat serta dukungan lintas sektor.
Dinkes Sambas menegaskan bahwa langkah pencegahan paling efektif dimulai dari lingkungan rumah tangga. Masyarakat diimbau untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Selain itu, warga juga diminta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, terutama yang menunjukkan gejala ISPA. Penggunaan masker di tempat umum juga dianjurkan guna mencegah penularan melalui droplet.
Sementara untuk mencegah penyebaran DBD, masyarakat diminta aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ganjar juga menekankan pentingnya penggunaan kelambu atau lotion anti nyamuk serta pemberian bubuk abate pada tempat penampungan air bersih guna membunuh jentik nyamuk.
“Pemberian bubuk abate pada tempat penampungan air bersih juga penting untuk membunuh jentik nyamuk. Ini langkah sederhana tetapi sangat efektif dalam mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment