Perbaikan Jalan Landak Dilakukan Bertahap Sesuai Skala Prioritas

23 Februari 2026 16:01 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa ketika diwawancarai di ruang rapat DPRD Kabupaten Landak/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Di tengah berbagai capaian pembangunan layanan dasar di Kabupaten Landak, sektor infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah. 

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengakui bahwa akses jalan antarwilayah, khususnya di pedalaman, menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian.

Warga di sejumlah kecamatan menyuarakan kebutuhan akses jalan yang lebih layak, terutama di wilayah yang menjadi sentra produksi pertanian dan perkebunan.

Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil panen sekaligus menekan biaya transportasi.

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Landak menunjukkan bahwa pembangunan jalan tetap berjalan melalui berbagai skema, mulai dari peningkatan struktur jalan, rehabilitasi ruas rusak, hingga pemeliharaan berkala.

Skema ini dirancang untuk menjaga agar ruas-ruas prioritas tetap dapat dilalui masyarakat sepanjang tahun.

Namun demikian, Karolin mengakui, percepatan pembangunan belum dapat dilakukan secara maksimal. Keterbatasan kapasitas fiskal menjadi faktor utama yang memengaruhi kecepatan realisasi proyek infrastruktur.

"Terutama di tengah tekanan kebutuhan belanja publik di sektor lain," ujar Karolin, Senin (23/2/2026).

Karolin, menegaskan Pemkab Landak memahami harapan masyarakat terhadap perbaikan jalan. Ia menyatakan Pemkab berkomitmen untuk terus bekerja secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang tersedia.

“Kami memahami harapan masyarakat terhadap perbaikan jalan. Pemerintah daerah akan terus bekerja secara bertahap sesuai kemampuan fiskal yang tersedia,” ujarnya.

Menurut Karolin, pendekatan bertahap dipilih sebagai langkah realistis agar kondisi jalan tetap fungsional sembari menunggu ruang fiskal yang lebih longgar. 

Prioritas diarahkan pada ruas-ruas yang memiliki dampak langsung terhadap mobilitas warga, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta distribusi hasil pertanian.

Di sejumlah wilayah pedalaman, kondisi jalan yang belum sepenuhnya mantap masih menjadi kendala saat musim hujan. 

Beberapa titik rawan mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan dan beban kendaraan angkut hasil perkebunan. Hal ini menuntut strategi pemeliharaan yang berkesinambungan agar kerusakan tidak semakin meluas. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar