Harga Pertalite Melonjak, DPRD Kapuas Hulu Minta Kios BBM Didata dan Diawasi

23 Februari 2026 14:09 WIB
Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Topan Ali Akbar. (Insidepontianak/Teofilusianto Timotius).

KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Harga pertalite di tingkat kios pengecer di Kapuas Hulu masih tinggi. Per liter dijual Rp17 ribu hingga Rp20 ribu. Bahkan ada yang tembus Rp25 ribu.

Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Topan Ali Akbar, meminta Pemerintah Daerah segera bertindak. Harga BBM subsidi harus distabilkan.

“Dinas terkait perlu mendata kios BBM soal perizinan. Harga sekarang terlalu mahal,” kata Ali di Putussibau, Senin (23/2/2026).

Ia menilai ada pihak yang memanfaatkan situasi. Kenaikan harga terjadi saat pasokan BBM terlambat akibat surutnya Sungai Kapuas. Kapal pengangkut sempat terhambat.

Namun, kondisi distribusi kini mulai normal. Pertamina telah mengambil langkah antisipasi. SPBU kembali beroperasi seperti biasa. Kapal tongkang BBM juga sudah tiba di Sintang.

“Di SPBU sudah normal. Tapi harga di kios tetap mahal. Ini yang jadi persoalan,” ujarnya.

Ali mengusulkan pendataan seluruh kios BBM. Kios berizin bisa dijadikan mitra resmi penyaluran. Harga jualnya harus diawasi.

“Ini solusi agar harga pertalite terkendali. Kita tidak melarang orang berusaha. Tapi harus ada pengawasan,” katanya.***


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar