Harga BBM Belum Terkendali, Kini Warga Kapuas Hulu Menjerit Harga Sembako

23 Februari 2026 16:12 WIB
Suasana jual beli di pasar tradisional/IST

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Masyarakat Kapuas Hulu dihadapkan dengan persoalan ekonomi yang cukup serius, pasalnya di tengah harga BBM subsidi jenis pertalite yang meroket dan belum mampu teratasi, kini harga sembako merangkak naik. 

Berdasarkan hasil monitoring Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kapuas Hulu, sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan diantaranya cabai merah kering yang semula hanya Rp70 ribu per kilogram, naik menjadi Rp80 ribu per kilogram. 

Cabai merah besar, semula hanya Rp60 ribu, naik menjadi Rp80 ribu per kilogram, bawang merah dari harga Rp44 ribu naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. 

Sedangkan, gula curah dari Rp17. 500 naik menjadi Rp18.500 per kilogram, gula premium dalam kemasan, dari harga Rp20 ribu, naik menjadi Rp22 ribu per kilogram. 

Kemudian, tepung terigu dari harga Rp12 ribu naik menjadi Rp13 ribu per kilogram dan harga daging sapi dari Rp170, naik menjadi Rp200 ribu per kilogram. 

Warga Putussibau, Ningsih mengaku sangat terbebani dengan kondisi kenaikan harga sembako dan BBM di Kapuas Hulu. 

"Biaya hidup semakin bertambah, sedangkan pendapatan keluarga tidak nambah, harga daun kratom juga masih murah, para pemimpin seperti tutup mata dengan kesulitan masyarakatnya," turut Ningsih seorang ibu rumah tangga, kepada insidepontianak, di Putussibau, Senin (23/02/2026). 

Di tempat terpisah, seorang buruh bangunan di Putussibau, Samsul mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarganya, sebab biaya transportasi pergi bekerja mengalami kenaikan, ditambah lagi bertepatan dengan bulan Ramadhan, banyak kebutuhan rumah tangga yang belum bisa terbeli. 

"Kami mohon Pemda mengambil langkah untuk menurunkan harga sembako dan BBM, rakyat kecil seperti kami hanya ingin hidup apa adanya, justru terbebani dengan harga barang yang serba mahal," kata Samsul. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kapuas Hulu, Agustinus Sargito belum memberikan tanggapannya terkait upaya Pemda dalam menstabilkan harga sembako. 

Akan tetapi, Pemprov Kalimantan Barat bersama Pemda Kapuas Hulu dengan mengadeng Bulog Putussibau, telah melakukan Operasi Pasar Murah bertepatan dengan kunjungan Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (22/02/2026) kemarin. 

Meskipun demikian, pantauan Insidepontianak, kebijakan tersebut belum mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. (*) 


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar