Pendangkalan Sungai Kapuas Picu Kelangkaan BBM di Hulu Kalbar, Pertamina Tegaskan Stok Aman

23 Februari 2026 16:15 WIB
Ilustrasi mengisi bensin/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di sejumlah wilayah perhuluan Kalimantan Barat dipastikan bukan karena kekosongan stok, melainkan terkendala faktor alam. 

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyebut pendangkalan alur Sungai Kapuas menjadi penyebab utama terganggunya distribusi menuju Fuel Terminal Sintang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menjelaskan, beberapa pekan terakhir terjadi pendangkalan signifikan di alur Sungai Kapuas–Melawi. 

Berdasarkan data monitoring hidrologis, kedalaman air saat ini hanya sekitar 2,25 meter atau berkurang sekitar lima meter dari batas aman navigasi (safe draft limit) 4 meter.

Kondisi tersebut membuat kapal tanker tidak dapat melanjutkan pelayaran normal menuju FT Sintang.

“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Secara prinsip, stok BBM dalam kondisi aman. Beberapa kapal juga telah berada dalam posisi ready stock dan anchor di wilayah Sanggau, "kata Edi Mangun. 

Saat ini Pertamina masih menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam skema penanganan darurat untuk proses pembongkaran. 

Sembari menunggu solusi distribusi melalui jalur sungai, Pertamina memperkuat penyaluran lewat jalur darat dari FT Sintang dan Integrated Terminal Pontianak. 

Meski waktu tempuh lebih panjang dan membutuhkan pengaturan logistik ekstra, langkah ini dinilai strategis untuk menjaga suplai ke SPBU dan lembaga penyalur di wilayah terdampak.

Untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga, Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar pertemuan koordinasi bersama Pertamina pada Rabu (18/02/26). Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Melawi, Ketua DPRD, Sekda, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, serta jajaran Polres Melawi.

Dalam kesempatan itu, Edi menegaskan, Pertamina  telah melakukan langkah percepatan distribusi melalui optimalisasi jalur darat dan penguatan pengawasan di SPBU agar penyaluran berjalan tepat sasaran.

Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna memastikan monitoring distribusi berjalan optimal. Disamping itu, Pertamina juga memanfaatkan sistem digitalisasi untuk memantau pergerakan suplai secara real time serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU di jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat.

“Kami memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Pertamina akan terus bekerja maksimal bersama pemerintah daerah dan aparat untuk memastikan pasokan segera kembali stabil. Kami mengimbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan lancar dan merata,” tutup Edi. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar