Separuh Badan Jalan Nasional di Landak Amblas, Warga Keluhkan Rumah Terdampak

29 Mei 2026 14:30 WIB
Potret kondisi kerusakan jalan nasional yang berada di depan Kantor Bupati Kabupaten Landak/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Kerusakan jalan nasional di depan Kantor Bupati Landak kini semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.

Separuh badan jalan ambruk, menyisakan jalur sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil secara bergantian.

Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya gorong-gorong di bawah badan jalan, membuat jalan terancam amblas sewaktu-waktu, terutama saat kendaraan besar melintas.

Meski alat berat dan tanda perbaikan sudah terlihat terpasang sejak lebih dari sepekan lalu, namun hingga kini belum nampak adanya pengerjaan berarti di lokasi.

Kerusakan itu bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Salah satunya dialami Kanisius. Warga yang rumahnya berada dekat titik amblas mengaku bagian bawah rumahnya kini tak lagi bisa ditempati akibat genangan air yang tak kunjung surut.

Tiga kamar di lantai bawah rumahnya bahkan sudah kosong selama sekitar enam bulan terakhir karena terus terendam air, meski cuaca sedang tidak hujan.

“Kalau dulu saluran ini bagus, air tidak masuk kamar. Sekarang karena gorong-gorongnya pecah, air terus menggenang. Tidak hujan pun masih ada air,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Kanisius, saluran air di bawah jalan tersebut bukan sekadar parit biasa, melainkan aliran sungai kecil yang bermuara ke kawasan lain. Ia menyebut kondisi semakin parah setelah jalur aliran air terganggu akibat kerusakan gorong-gorong.

“Mereka kira ini parit biasa, padahal ini jalur air sungai kecil. Kalau tidak saya tunjukkan, mereka bingung air ini mengalir ke mana,” katanya.

Ia juga mengungkapkan kerusakan di lokasi tersebut sudah berulang kali diperbaiki, namun belum pernah benar-benar tuntas.

Sepanjang tahun 2026, menurutnya perbaikan sudah dilakukan hingga enam kali.

“Dipasang gorong-gorong, roboh lagi. Dipasang lagi, rusak lagi,” ucapnya.

Warga kini berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan perbaikan permanen agar jalan kembali aman dilalui dan aliran air di kawasan permukiman dapat kembali normal.

“Harapan saya cepat diselesaikan supaya air tidak lagi masuk ke rumah,” pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar