Jalan Amblas di Depan Kantor Bupati Landak Memakan Korban, Perbaikan Mendesak

1 Juni 2026 11:19 WIB
Kerusakan jalan nasional di depan Kantor Bupati Landak semakin parah. Penyebabnya, gorong-gorong ambruk. (Insidepontianak.com/Wahyu))

LANDAK, insidepontianak.com – Kerusakan jalan nasional di depan Kantor Bupati Landak semakin parah. Kondisi terkini, badan jalan sudah amblas dan mulai memakan korban.

Pada Minggu (31/5/2026) malam, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan jatuh terperosok ke dalam lubang yang menganga lebar di titik tersebut.

Situasi itu menunjukkan perbaikan infrastruktur tersebut sangat mendesak. Sebab, kerusakan yang terjadi saat ini tak sekadar mengganggu mobilisasi. Tetapi sudah mengancam keselamatan pengendara.

Tak hanya itu, saat hujan turun, permukiman warga sekitar kerap tergenang banjir akibat saluran air yang tertimbun badan jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPRPERA) Kabupaten Landak, Jamelius, mengungkapkan, kontrak proyek perbaikan sebenarnya sudah ditetapkan sejak Februari 2026.

Hanya saja, pengerjaan fisik di lapangan terhambat masalah teknis. Pihak pelaksana masih harus menunggu proses pembuatan gorong-gorong beton (box culvert).

"Gorong-gorong betonnya baru selesai dicetak. Sekarang tinggal menunggu umur betonnya matang dan cukup kuat. Jika sudah siap, pengerjaan fisik segera dimulai," ujar Jamelius.

Material beton ini sangat krusial. Saluran air di bawah jalan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum badan jalan di atasnya dicor dan diaspal secara permanen.

Jamelius menambahkan, proyek penataan ini tidak hanya menyasar titik amblas di depan Kantor Bupati. Namun, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional juga menjadwalkan perbaikan drainase di titik lain.

“Di depan Citra Swalayan Ngabang, semua gorong-gorongnya juga mau diperbaiki,” tambahnya.

Sembari menunggu proyek perbaikan dimulai, Pemkab Landak sudah memasang rambu penanda di sekitar lubang jalan yang amblas. Warga diimbau ekstra waspada saat melintas, terutama saat malam hari.

"Sudah kami beri tanda penanda supaya pengendara lebih berhati-hati," kata Jamelius.

Ia berharap proses pengerjaan di lapangan bisa dikebut setelah persiapan teknis selesai agar kerusakan tidak semakin meluas.

Jamelius kembali mengingatkan bahwa ruas jalan yang amblas tersebut merupakan jalan nasional, sehingga secara regulasi, wewenang dan anggaran untuk pembangunannya berada di bawah pemerintah pusat.

“Karena ini statusnya jalan nasional, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” pungkasnya.***


Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar