BMKG: Kemarau Ekstrem Mengancam Kalbar, Waspada Karhutla dan Kekeringan
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Kalimantan Barat diprediksi akan menghadapi musim kemarau lebih panjang dan kering pada 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan, kemarau dimulai April hingga Oktober.
Perubahan cuaca ekstrem itu terjadi karena fenomena El Nino. Dampaknya, curah hujan berpotensi turun signifikan di wilayah Kalbar.
Puncak kemarau pun diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, dengan kondisi lebih kering dari normal.
Berkurangnya curah hujan membuat kelembapan tanah menurun. Kondisi ini meningkatkan potensi lahan mudah terbakar, terutama di wilayah gambut.
Selain karhutla, dampak lain yang perlu diwaspadai adalah penurunan debit sungai dan sumber air masyarakat.
Jika hujan semakin jarang, sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekeringan dan krisis air bersih.Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Di antaranya menghemat penggunaan air, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta melaporkan titik api sejak awal kemunculan.
Langkah antisipasi ini penting untuk menekan dampak kekeringan dan karhutla sebelum puncak kemarau tiba.***
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment