463 Hektare Lahan di Melawi Terbakar, Api Kepung Lima Desa

29 Agustus 2026 23:34 WIB
Kebakaran lahan di Kabupaten Melawi mengepung lima desa. (Istimewa)

MELAWI, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi mengepung lima desa.

Wilayah terdampak meliputi Desa Nanga Kayan dan Desa Kenual di Kecamatan Nanga Pinoh, Desa Batu Nanta di Kecamatan Belimbing, Desa Manggala di Kecamatan Pinoh Selatan, serta Desa Manding di Kecamatan Pinoh Utara.

Api masih terus menyala hingga Sabtu (29/8/2026) malam. Petugas gabungan pun terus berjibaku melakukan pemadaman di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi melaporkan, total area yang terbakar di lima desa tersebut telah mencapai 463,6 hektare.

Proses pemadaman melambat karena mayoritas titik api berada di kawasan gambut yang kering akibat kemarau panjang.

“Api bisa berada di dalam lapisan gambut sehingga pemadaman membutuhkan waktu lebih lama,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Melawi, Rahmad Maulidin.

Ia merinci, amukan api di Nanga Kayan saja sudah melahap 227 hektare area gambut. Api masih terus menyebar. Sementara di Batu Nanta, sekitar 134 hektare lahan mengalami kondisi serupa.

"Kendala utama di Nanga Kayan dan Batu Nanta memang karena struktur tanahnya yang berupa gambut dalam," tambahnya.

Di Desa Manggala, sekitar 52 hektare hamparan semak belukar dan hutan adat juga hangus dilalap api.

Kobaran bahkan dilaporkan terus menjalar mendekati perkebunan warga. Sedangkan di Manding, tercatat 50 hektare area kebun dan semak belukar juga terbakar.

Pemadaman pun kini kian sulit karena sumber air minim. Selain itu, tim di lapangan menghadapi kendala medan yang terjal dan jarak lokasi yang jauh.

Akibatnya, mobilisasi personel dan peralatan pun terbatas akibat titik api sulit dijangkau kendaraan darat.

Karena itu, BPBD Melawi membutuhkan dukungan Satgas Water Bombing serta tambahan sarana-prasarana guna menembus lokasi-lokasi karhutla yang terisolasi.

Hingga kini, tim gabungan terus berupaya memadamkan api sembari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.***


Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar