SILPA Kalbar Tembus Rp300 Miliar Lebih, Lelang Lambat, Banyak Proyek Gagal Bayar
PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) kembali mencatatkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) dengan nilai cukup besar, yakni mencapai lebih dari Rp300 miliar lebih tahun 2025.
SILPA tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari keterlambatan proses lelang hingga gagal bayar pada beberapa proyek pembangunan.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, mengungkapkan bahwa SILPA tahun ini berada di kisaran Rp300 miliar. Ia menjelaskan, sebagian besar anggaran tersebut merupakan dana kegiatan yang sebenarnya sudah berkontrak , namun belum sempat diproses pencairannya oleh bagian keuangan.
“Silpa kita kurang lebih sekitar Rp300 miliar. Itu pun banyak yang terlambat dibayarkan. Kontraknya sudah ada, hanya belum bisa diproses,” ujar Ria Norsan.
Akibatnya, kata dia, anggaran tersebut terpaksa disilpakan dan baru akan dibayarkan pada periode berikutnya bulan September. Adapun anggaran tersebut bersumber dari dana pokir DPRD Kalbar.
"Ada juga sisa tender. Selain itu, ada kegiatan yang belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan waktu,” jelasnya.
Salah satu contoh kegiatan yang belum selsai adalah proyek pembangunan Jembatan Kakap dengan nilai anggaran sekitar Rp9 miliar.
Proyek tersebut kata Norsan belum dapat dibayarkan karena tidak memungkinkan diselesaikan di akhir tahun anggaran.
Adapun dampak dari lambanya eksekusi program tahun 2025 menyebabkan serapan anggaran Kalbar turun dan hanya berada di angka 92 persen.
“Serapan anggaran kita 92 persen. Memang ada sedikit penurunan karena keterlambatan,” katanya.
Kedepan, Pemprov Kalbar berkomitmen mempercepat seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan agar SILPA tidak kembali membengkak. Ria Norsan menegaskan, percepatan akan dimulai sejak awal tahun anggaran.
“Sekarang kita sudah mulai dari awal. Insyaallah tahun ini akan kita percepat supaya tidak terlambat lagi. Jangan sampai kegiatan baru mulai September, Oktober, November, bahkan Desember,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan percepatan proses sejak awal tahun, pelaksanaan program pembangunan di Kalbar dapat berjalan lebih optimal dan serapan anggaran bisa lebih maksimal. (Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment