Pemprov Kalbar Tetap Fokus Bangun Jalan di Tengah Efisiensi, Ini Daerah yang Jadi Prioritas

11 Februari 2026 09:52 WIB
GOTONG ROYONG - Warga Kayong Utara, gotong royong timbun jalan rusak Sukadana-Teluk Batang, Minggu (11/3/2024). (Insidepontianak.com/Fauzi)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.

Tahun 2026, alokasi anggaran pembangunan jalan ditetapkan sebesar Rp409 miliar. Akan difokuskan untuk menangani ruas-ruas dengan tingkat kerusakan berat dan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat.

“Dengan anggaran itu kita bisa menangani sejumlah ruas. Namun karena panjang ruas dan kondisi kerusakan yang beragam, penanganannya dilakukan bertahap,” ujar Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Berdasarkan data Dinas PUPR Kalbar, anggaran sebesar Rp78 miliar dialokasikan untuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Di Ketapang, pembangunan jalan mencakup Jalan Pesaguan–Kendawangan Rp20 miliar, Jalan Simpang Sungai Gantang–Teluk Batu Rp7 miliar, Jalan Tanjung–Marau Rp12 miliar, dan Jalan Tumbang Titi–Tanjung Rp16 miliar.

Di Kayong Utara, pembangunan Jalan Sukadana–Teluk Batang dialokasikan Rp23 miliar. Selanjutnya, Kabupaten Sintang juga mendapat alokasi Rp39 miliar.

Pembangunan tiga ruas jalan menjadi prioritas. Di antaranya, Jalan Semubuk–Sintang Rp15 miliar, Jalan Nanga Mau–Tebidah Rp12 miliar, dan Jalan Tebidah–Bunyau Rp12 miliar.

Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, menegaskan pembangunan jalan merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan publik.

“Kami memprioritaskan ruas yang menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran nasional berdampak pada ruang fiskal daerah. Namun, peningkatan konektivitas antarwilayah tetap menjadi fokus utama.

“Keluhan masyarakat, termasuk melalui media sosial, menjadi bahan evaluasi kami,” tegasnya.

Selain Ketapang, Kayong Utara, dan Sintang, sejumlah daerah lain juga masuk prioritas, seperti Melawi, Sekadau, Sanggau, dan Bengkayang.

Iskandar menegaskan pekerjaan rumah pemerintah masih besar untuk mewujudkan jalan mantap di seluruh Kalbar. Percepatan dilakukan secara bertahap dan terukur.

Pemprov Kalbar berharap pengelolaan anggaran yang tepat sasaran mampu memperkuat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperlancar mobilitas masyarakat.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar