Pemprov Kalbar Pacu Serapan Anggaran di Awal Tahun, Pembangunan Dipercepat
PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mempercepat serapan anggaran 2026 sejak awal tahun.
Seluruh program pembangunan dikebut agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat dan tidak menumpuk di akhir tahun.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan belanja pembangunan harus lebih disiplin dan terukur guna menekan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA).
“Tahun lalu SILPA sekitar Rp300 miliar. Banyak pekerjaan sudah kontrak, tetapi pembayarannya belum sempat diproses sehingga harus disilpakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SILPA juga dipengaruhi sisa dana pokok-pokok pikiran (pokir), efisiensi hasil tender, serta kegiatan yang tidak terlaksana karena keterbatasan waktu.
Secara umum, serapan anggaran Pemprov Kalbar mencapai sekitar 92 persen. Meski cukup tinggi, angka itu sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya.
Penurunan dipicu keterlambatan pelaksanaan di sejumlah perangkat daerah. Karena itu, seluruh tahapan perencanaan dan pelaksanaan program 2026 dimulai lebih awal.
“Kita tidak lagi menunggu sampai September atau Oktober. Mulai Maret sudah harus bergerak,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur, mendukung langkah percepatan tersebut. Ia menilai evaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya penting agar serapan anggaran 2026 lebih optimal dan tidak kembali menumpuk di akhir tahun.
“Kalau perencanaan selesai Februari dan lelang masuk Maret, serapan bisa lebih cepat dan maksimal,” ujarnya.
Prabasa mengingatkan pola lama pengerjaan fisik di penghujung tahun harus dihentikan. Penumpukan pekerjaan tidak hanya menurunkan kualitas hasil, tetapi juga memicu catatan evaluasi dari pemerintah pusat.
“Jangan semua dikejar di akhir tahun, apalagi saat musim hujan. Ini sering dikeluhkan masyarakat saat reses,” katanya. (Andi)***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment