Wagub Kalbar Ajak Umat Beragama Lekatkan Persatuan dan Jalin Silaturahmi di Bulan Ramadhan
PONTIANAK, insidepontianak.com – Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengajak seluruh umat beragama di Kalimantan Barat untuk menjaga toleransi selama berlansungnya Bulan Suci Ramadan.
Dijelaskan Wagub Kalbar pentingnya sikap saling menghormati, baik dari umat muslim yang menjalankan ibadah puasa maupun masyarakat non-Muslim.
“Selama sebulan penuh Ramadan, seluruh masyarakat diharapkan dapat menunjukkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan kepada insidepontianak.com, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, suasana yang harmonis akan tercipta apabila setiap orang memahami dan menghormati keyakinan orang lain.
“Terutama selama Bulan Ramadan sebulan penuh kita sama-sama menghormati mereka yang berpuasa dan yang non-Muslim untuk menghormati mereka yang berpuasa,” katanya.
Ia menegaskan, toleransi bukan hanya sebatas imbauan, tetapi harus tercermin dalam perilaku konkret di ruang publik.
Misalnya, dengan menjaga ucapan, sikap, serta aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah puasa.
Meski tidak menjalankan ibadah puasa, Krisantus menyampaikan komitmennya untuk tetap menghormati masyarakat yang berpuasa selama Ramadan.
Wagub menilai sikap saling menghargai merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial di daerah yang majemuk seperti Kalimantan Barat.
Dijelaskannya keberagaman di Kalbar selama ini dapat terpelihara karena adanya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kerukunan.
“Momentum Ramadan, harus dimaknai sebagai penguat solidaritas sosial dan persaudaraan antarsesama warga,” urainya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan selama Ramadan.
Aktivitas ibadah, termasuk salat tarawih dan kegiatan keagamaan lainnya, diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Pemerintah Provinsi Kalbar, katanya, akan terus berupaya memastikan suasana tetap kondusif selama bulan suci.
“Saya berharap seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam menjaga harmoni dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah perbedaan,” tutupnya. (*)
Penulis : Dina Wardoyo
Editor : -
Tags :

Leave a comment