Pemkot Pontianak Bersiap Optimalkan Aset, Tarif Sarana Olahraga hingga HGB akan Disesuaikan
PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota Pontianak terus mencari cara menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu fokus utamanya adalah memaksimalkan pemanfaatan aset daerah lewat regulasi khusus.
Dukungan regulasi tersebut diwujudkan melalui pengesahan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Barang Milik Daerah, BPR Bank Pasar Kota Pontianak, serta Pajak dan Retribusi Daerah.
Persetujuan itu disepakati dalam rapat paripurna DPRD Kota Pontianak, yang dirangkai dengan penandatanganan KUA-PPAS serta penyampaian pidato KUA-PPAS Tahun 2027.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa salah satu poin penting dalam raperda baru adalah penyesuaian tarif pemanfaatan fasilitas daerah, seperti sarana olahraga dan aset produktif lainnya.
“Penekanannya ada pada penyesuaian tarif untuk aset-aset kita, seperti lapangan olahraga. Ada penyesuaian agar kontribusinya ke PAD lebih optimal,” ujarnya.
Edi menilai aset milik Pemkot memiliki potensi besar untuk menyumbang kas daerah. Terlebih, beberapa kerja sama Hak Guna Bangunan (HGB) dengan pihak ketiga mulai memasuki masa akhir kontrak dan akan diperpanjang.
Optimalisasi ini krusial mengingat keterbatasan lahan di Kota Pontianak. Menurut Edi, aset yang ada harus dimaksimalkan, baik untuk fungsi pelayanan publik maupun penguat PAD.
“Kota ini lahannya terbatas. Jadi aset yang ada—seperti pasar, lahan hotel, hingga ruko—harus kita maksimalkan untuk menambah pemasukan,” jelasnya.
Pada periode 2026 hingga 2027, ada sejumlah aset utama yang memasuki masa perpanjangan pemanfaatan. Salah satunya adalah area yang sebelumnya digunakan untuk Hotel Santika.
“Pihak ketiga sudah mengajukan permohonan perpanjangan dan akan difungsikan kembali. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dieksekusi karena masa berlakunya berakhir 2027,” ungkap Edi.
Sementara untuk gedung parkir yang selama ini dinilai belum optimal, Pemkot Pontianak terus mencari formula pengelolaan yang tepat. Edi menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan investor jika ada proposal bisnis yang masuk akal dan saling menguntungkan.
“Kalau ada pihak ketiga yang berminat mengelola dan hitung-hitungannya feasible, tentu akan kita kerjasamakan,” pungkasnya.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -
Tags :

Leave a comment