Perkuat Ketahanan Pangan, Kalbar Cetak 7.100 Hektare Sawah Baru, Sekadau Dapat Jatah 950 Hektare

2 September 2026 15:00 WIB
Hamparan luas padi di persawahan di salah satu wilayah Kalbar/IST

Perkuat Ketahanan Pangan, Kalbar Cetak 7.100 Hektare Sawah Baru, Sekadau Dapat Jatah 950 Hektare

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan. Salah satu strategi yang digenjot yakni melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di sejumlah kabupaten, termasuk Kabupaten Sekadau.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalbar Herti Herawati mengatakan, program cetak sawah menjadi bagian penting dalam upaya memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi pangan di Kalbar.

Untuk mematangkan pelaksanaannya, Dinas TPH Kalbar bersama sejumlah stakeholder melakukan koordinasi dengan Kodam XII/Tanjungpura. Pertemuan tersebut membahas kesiapan teknis dan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program CSR.

“Program cetak sawah ini merupakan salah satu langkah strategis kita untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung Kalimantan Barat menuju swasembada pangan,” kata Herti.

Koordinasi tersebut melibatkan sejumlah pihak strategis, di antaranya Ir Kopassus Putra Widiastawa, Pangdam XII/Tanjungpura Novi Rubadi Sugito, Kepala BRMP Kalbar, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batu Ugik Romadi, serta Tim LIP German Silaen.

Herti menjelaskan, berdasarkan target yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 166/Kpts./PW.020/M/02/2026, Kalbar mendapat target pengembangan sawah baru melalui program Cetak Sawah Rakyat seluas 7.100 hektare.

Target tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kalbar. Kabupaten Ketapang mendapat target terbesar yakni 1.000 hektare, disusul Sekadau 950 hektare, Kapuas Hulu 850 hektare, dan Kubu Raya 600 hektare.

Menurut Herti, program ini bukan sekadar menambah luasan lahan persawahan. Pemerintah juga mendorong agar lahan yang dicetak dapat dikelola secara produktif dengan dukungan teknologi pertanian modern.

“Jadi bukan hanya mencetak sawah, tetapi bagaimana sawah yang sudah dicetak ini bisa langsung produktif dan memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.

Karena itu, penerapan mekanisasi pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Penggunaan teknologi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan lahan, mempercepat proses budidaya, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Selain program cetak sawah, Pemprov Kalbar juga mengintegrasikan berbagai program pendukung untuk meningkatkan produksi padi. Salah satunya melalui target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Gogo sebesar 40.473 hektare.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan pupuk subsidi sebanyak 181.378 ton untuk menunjang kebutuhan petani.

Herti menegaskan, keberhasilan program swasembada pangan membutuhkan kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh, petani hingga stakeholder pertanian lainnya.

“Kita ingin semua program ini berjalan terintegrasi. Ada perluasan lahan, peningkatan luas tanam, dukungan pupuk, mekanisasi, sampai pendampingan kepada petani,” katanya. (*)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar