Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat, 180 Pekebun Sekadau Ikuti Pelatihan ISPO dan Budidaya
PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong pekebun sawit di Kabupaten Sekadau meningkatkan produktivitas sekaligus menerapkan praktik perkebunan yang berkelanjutan.
Upaya itu dilakukan melalui pelatihan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), budidaya kelapa sawit, dan teknik pemetaan lokasi perkebunan yang menyasar para pekebun rakyat.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Barat, Ignasius IK, mengatakan peningkatan kapasitas pekebun menjadi bagian penting untuk memperkuat perkebunan rakyat, terutama setelah pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
“Standar ISPO menjadi keharusan agar usaha kelapa sawit kita berkelanjutan dan diakui dunia. Budidaya yang baik akan meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Ignasius belum lama ini.
Pelatihan tersebut diselenggarakan melalui Lembaga Pelatihan Titian Karsa Mandiri dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Secara keseluruhan, kegiatan diikuti pekebun dari Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sekadau. Materi pelatihan mencakup budidaya kelapa sawit untuk 90 peserta, implementasi ISPO bagi 60 peserta, serta teknik pemetaan lokasi perkebunan bagi 30 peserta.
Sekadau menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam program peningkatan kapasitas pekebun sawit rakyat.
Pemerintah berharap pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan langsung dalam pengelolaan kebun. Terlebih, pekebun yang telah mengikuti program PSR menjadi salah satu sasaran utama kegiatan tersebut.
Ignasius mengatakan, PSR merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas tanaman sekaligus kompetensi pekebun.
Dengan tanaman yang lebih produktif dan pengelolaan kebun yang semakin baik, diharapkan pendapatan pekebun sawit rakyat juga meningkat.
“Budidaya yang baik akan meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga lingkungan,” katanya.
Selain budidaya dan penerapan standar ISPO, aspek pemetaan juga dinilai penting. Data lokasi perkebunan yang akurat dibutuhkan untuk memperkuat perencanaan, pengawasan, serta memastikan pengelolaan perkebunan berjalan sesuai tata ruang.
Penguatan kapasitas pekebun menjadi semakin penting mengingat sawit merupakan salah satu komoditas utama Kalimantan Barat.
Berdasarkan Statistik Perkebunan Kalimantan Barat 2025, luas perkebunan kelapa sawit di provinsi itu mencapai sekitar 2,18 juta hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 711.882 hektare merupakan perkebunan rakyat dengan produksi mencapai lebih dari 1,27 juta ton.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran pekebun rakyat dalam menjaga keberlangsungan industri sawit di Kalbar.
Di sisi lain, kesejahteraan petani perkebunan juga menunjukkan perkembangan positif. Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perkebunan Kalbar pada Mei 2026 tercatat 174,9 poin, salah satunya didorong kenaikan harga sejumlah komoditas perkebunan.
Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat diikuti peningkatan produktivitas dan kualitas pengelolaan kebun, termasuk di Sekadau.(Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment