Karhutla dan Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Kasus ISPA di Sanggau Terus Meningkat

2 September 2026 14:11 WIB
Foto: insidepontianak.com -- Kepala BPBD Kabupaten Sanggau, Didit Ricardi saat diwawancarai awak media di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap Akibat Karhutla pada Selasa (1/9/2026).

SANGGAU, insidepontianak.com -- Pemerintah Kabupaten Sanggau telah menetapkan status tanggap darurat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dikhawatirkan memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Didit Ricardi mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, tercatat sebanyak 8.597 kasus ISPA sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Khusus pada Agustus 2026, tercatat sebanyak 772 kasus ISPA. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah seiring dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

"Akibat kabut asap ini, kasus penyakit yang dominan itu ISPA. Kalau kita lihat data akumulasi di bulan Agustus, di mana dimulainya tanggap darurat bencana kabut asap ini, kasus ISPA tercatat sebanyak 772 kasus," kata Didit Ricardi, Selasa (1/9/2026).

Didit mengingatkan, peningkatan kasus ISPA dan gangguan pernapasan lainnya masih sangat mungkin terjadi apabila kebakaran hutan dan lahan terus berlangsung.

Pasalnya, Karhutla tidak hanya terjadi di Kabupaten Sanggau, tetapi juga di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

"Kalau memang tidak ada keperluan yang mendesak, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan," ujarnya.

Selain mengurangi aktivitas di luar rumah, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar juga diingatkan untuk menggunakan masker guna mengurangi risiko terpapar asap dan partikel udara yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Pemkab Sanggau juga memastikan kesiapan tenaga medis dan fasilitas kesehatan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus ISPA maupun penyakit gangguan pernapasan lainnya akibat kabut asap.

Kebijakan pembelajaran dari rumah pada siswa/i di satuan pendidikan juga diperpanjang guna menghindari dampak kesehatan bagi anak-anak.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi mengingat kondisi Karhutla masih terjadi dan kualitas udara masih memburuk.

"Jika ada masyarakat kita yang mengalami gejala penyakit ISPA atau ganguan pernapasan segera periksakan ke Rumah Sakit dan Puskesmas," ujarnya. (*)


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar