Pemprov Kalbar Perkuat Kapasitas Petani Sawit, 60 Pekebun Sekadau Ikuti Pelatihan Panen dan Pascapanen
PONTIANAK, insidepontianak.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) berkomitmen memperkuat kapasitas petani sawit untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil perkebunan. Upaya itu dilakukan dengan mendorong peningkatan keterampilan pekebun, terutama dalam proses panen dan pascapanen.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Panen dan Pascapanen Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan yang diikuti 60 pekebun kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Sekadau.
Pelatihan yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Mutu Institute sebagai penyelenggara. Kegiatan berlangsung selama lima hari, 3-7 Agustus 2026.
Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pekebun dalam menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang berkualitas, bernilai ekonomi, serta memenuhi prinsip pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Penyuluhan, Pengolahan, Pemasaran, dan Pembinaan Usaha Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Erita Fitriani, mengatakan kelapa sawit memiliki posisi penting bagi perekonomian Kalbar.
"Tanaman kelapa sawit memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan ekonomi di Kalimantan Barat," ujar Erita.
Menurut dia, perkembangan industri sawit harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pekebun. Tidak hanya dalam aspek budi daya, petani juga perlu memahami teknik panen yang tepat serta penanganan pascapanen agar kualitas TBS tetap terjaga.
Erita berharap pelatihan tersebut dapat menjadi momentum bagi para pekebun untuk memperbaiki tata kelola kebun sehingga lebih tertib, produktif, dan bertanggung jawab.
"Para pekebun diharapkan dapat menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk membangun semangat baru dalam mengelola kebun secara lebih tertib, produktif, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), Wahyu Riyadi, menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan pekebun di lapangan.
Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai teknik panen, penentuan tingkat kematangan buah, pengangkutan TBS, sortasi, penanganan pascapanen, hingga berbagai upaya untuk menjaga mutu hasil panen.
"Panen yang baik adalah hasil dari kerja yang tertib, ilmu yang diterapkan, dan semangat yang tidak pernah berhenti," kata Wahyu.
Ia menilai kualitas sawit tidak hanya ditentukan sejak proses budi daya. Tahapan panen dan pascapanen juga memiliki peran besar dalam mempertahankan mutu serta nilai ekonomi hasil perkebunan.
Mulai dari memilih buah yang matang, menggunakan teknik panen yang benar, menangani TBS dengan baik, hingga memastikan hasil panen dikirim ke pabrik tanpa mengurangi kualitas, seluruh proses tersebut harus diperhatikan pekebun.
Menurut Wahyu, peluang komoditas kelapa sawit masih terbuka luas karena sawit menjadi bahan baku berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, kosmetik, farmasi hingga industri turunannya.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi peluang bagi pekebun Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat, untuk meningkatkan kualitas hasil panen sehingga semakin berdaya saing.
"Semoga pelatihan ini menjadi bekal bagi pekebun Sekadau untuk semakin profesional, produktif, mandiri, dan mampu menjadi contoh bagi pekebun sawit lainnya," tutur Wahyu.
Selama lima hari pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diarahkan agar mampu menerapkan keterampilan tersebut di kebun masing-masing.
Dengan peningkatan kemampuan teknis panen dan pascapanen, perubahan diharapkan dapat terlihat langsung pada kualitas TBS yang dihasilkan pekebun swadaya.
Pemprov Kalbar menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu kunci untuk memperkuat perkebunan sawit rakyat. Dengan petani yang semakin terampil dan profesional, produktivitas kebun dapat ditingkatkan sekaligus menjaga kualitas komoditas sawit Kalbar agar memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang lebih baik.
Program pengembangan SDM tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi kelapa sawit dapat terus dirasakan masyarakat dan mendukung pertumbuhan wilayah perkebunan di Kalimantan Barat.(Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment