Bank Kalbar Raih The Finance Award 2026, Predikat Sangat Bagus
PONTIANAK, insidepontianak.com – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank milik pemerintah daerah ini meraih The Finance Award 2026 dengan predikat “Sangat Bagus” dan nilai 91,85.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Bank Kalbar dalam kategori bank dengan aset Rp25 triliun hingga kurang dari Rp50 triliun. Capaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi kinerja sekaligus memperkuat posisi Bank Kalbar di tengah persaingan industri perbankan nasional.
Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian The Finance Executive Forum & Penganugerahan Top 20 Financial Institution Awards 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, belum lama ini.
Penghargaan untuk Bank Kalbar diterima oleh Kepala Divisi Treasury, Sudirman, yang hadir mewakili manajemen.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh insan Bank Kalbar. Namun, capaian itu bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan.
“Penghargaan ini bukanlah garis finis untuk berpuas diri, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi. Predikat ‘Sangat Bagus’ dengan nilai 91,85 menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bahwa kepercayaan harus terus dijaga dan kinerja harus terus ditingkatkan,” ujar Rokidi.
Ia menegaskan, Bank Kalbar ingin terus berkembang menjadi bank pembangunan daerah yang tidak hanya dibanggakan masyarakat Kalimantan Barat, tetapi juga semakin diperhitungkan dalam industri perbankan nasional.
Menurutnya, setiap penghargaan merupakan amanah untuk memberikan pelayanan dan kontribusi yang lebih baik bagi masyarakat serta daerah.
Untuk itu, Bank Kalbar berkomitmen memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan inovasi digital, serta memperluas kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Melalui fungsi intermediasi perbankan, Bank Kalbar juga terus mendorong pembiayaan dunia usaha, mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Rokidi menegaskan, sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Kalbar memiliki tanggung jawab lebih luas dari sekadar mencatatkan pertumbuhan bisnis.
Keberadaan Bank Kalbar harus mampu menjadi bagian dari penggerak pembangunan daerah, terutama dalam menghubungkan kebutuhan masyarakat, aktivitas dunia usaha, dan program pembangunan melalui layanan keuangan yang mudah diakses.
“Bagi kami, prestasi bukanlah cerita tentang apa yang telah diraih semata, melainkan tentang seberapa jauh langkah dapat dilanjutkan,” tegasnya.(Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment