Jembatan Matang Danau Paloh Tergerus Abrasi, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

12 Januari 2026 16:02 WIB
Jembatan Matang Danau Kecamatan Paloh rusak akibat dihantam ombak dan tergerus abrasi. (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Jembatan Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, terus digerus air laut. Setiap hari di hemas ombak. Kerusakannya kian parah.

Abrasi mengikis sisi kiri dan kanan jembatan. Di sejumlah titik, lantai beton berlubang. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan yang melintas. 

Warga setempat, Akhmad, meminta pemerintah segera turun ke lapangan. Melihat langsung. Bertindak cepat. Perlu penanganan segera, agar jembatan tidak ambruk. 

Menurutnya, Jembatan Matang Danau adalah akses utama penghubung Kecamatan Tangaran dan Teluk Keramat. Jika roboh, jalur transportasi dipastikan lumpuh.

“Kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Mengancam keselamatan. Kami berharap pemerintah benar-benar memberi perhatian, terutama soal pengamanan abrasi,” ujarnya.

Ia juga mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Kalimantan Barat mengambil langkah konkret. Jembatan itu berstatus jalan provinsi. Risiko ambruk kian nyata.

“Perlu tindakan cepat. Jangan menunggu kejadian lebih buruk baru bergerak,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Sehan A Rahman, menyatakan hal senada. Ia menegaskan kondisi jembatan di Dusun Matang Putus, Desa Matang Danau, sudah darurat dan harus segera disikapi serius.

“Pasang laut disertai ombak besar terjadi setiap tahun. Pemerintah pusat melalui BWS harus menindaklanjuti dengan pembangunan penahan ombak di Pantai Matang Danau,” katanya.

Sehan menjelaskan, abrasi di pesisir Kecamatan Paloh berlangsung rutin. Terutama pada akhir hingga awal tahun. Pasang laut, ombak besar, dan angin kencang terus menggerus daratan dari tahun ke tahun.

Ia berharap penanganan abrasi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebutuhan anggarannya besar. Daerah tak sanggup menanggung sendiri.

“Mudah-mudahan tahun 2026 ada tindak lanjut nyata dari pemerintah pusat untuk pembangunan tanggul abrasi. Lokasi ini sebelumnya juga sudah ditinjau Staf Khusus Kementerian Infrastruktur Kewilayahan,” ujarnya.

Sehan menegaskan, abrasi tak boleh dibiarkan berlarut. Setiap tahun kondisinya makin buruk. Karena itu, ia mendorong Dinas PUPR memperjuangkan persoalan ini hingga ke tingkat pusat.

“Semoga tahun 2026 pembangunan tanggul abrasi benar-benar bisa direalisasikan,” pungkasnya.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar