Solar Langka, Kouta Terbatas, Nelayan Jawai Sambas Terancam Tak Melaut
SAMBAS, insidepontianak.com — Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM solar, kembali dirasakan nelayan di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas.
Aktivitas melaut terancam terhenti. Kuota terbatas membuat nelayan hanya mendapat solar sangat minim. Jauh dari kebutuhan harian.
“Jatah yang kami terima cuma 8–11 liter per minggu. Jelas tidak cukup untuk melaut,” ujar Iskandar, nelayan setempat, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, kuota solar untuk Kecamatan Jawai dan Jawai Selatan hanya 16.000 liter per bulan. Jumlah itu harus dibagi dua. Dari 520 kapal, hanya 325 yang mendapat jatah. Sisanya? Tidak kebagian.
Padahal, sekali melaut, rata-rata nelayan butuh 10 liter per hari. Pembatasan di SPBU membuat kebutuhan itu sulit terpenuhi. Banyak nelayan sudah mengantre, tapi tetap pulang dengan tangan kosong.
“Kami berharap kuota ditambah, setidaknya 16.000 liter lagi per bulan. Di daerah lain, kebutuhan nelayan bisa sampai 200.000 liter per bulan, sementara kami hanya mengandalkan satu kuota untuk dua kecamatan,” jelas Iskandar.
Keluhan ini sudah sering disampaikan ke SPBU, Dinas Perikanan, hingga ke Bupati. Namun hingga kini belum ada solusi konkret. Alasan yang selalu disampaikan: kuota terbatas.
“Kami mohon pemerintah daerah dan anggota dewan dapat menambah kuota solar khusus nelayan, terutama di Kecamatan Jawai melalui SPBU Dungun Laut,” pintanya.
Kelangkaan solar juga membahayakan keselamatan nelayan. Iskandar mengungkapkan, pernah ada nelayan yang kehabisan solar di tengah laut karena membawa bahan bakar pas-pasan.
“Kondisi ini sangat berbahaya. Kami berharap nasib nelayan Jawai diperhatikan, terutama ketersediaan solar bersubsidi agar bisa melaut dengan aman dan layak,” tutupnya.***
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment