Jelang Ramadan, Stok Minyak Goreng di Sambas Menipis, Harga Telur Ikut Naik

9 Maret 2026 16:10 WIB
Minyak Goreng dan bahan kebutuhan pokok lainnya di pasar Sambas/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Jelang lebaran pasokan minyak goreng dan gula pasir saat ini di Sambas menipis. Menanggapi hal ini Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Kumindag mengatakan bahwa situasi ini sedang diupayakan untuk segera diatasi.

Pemkab juga memastikan ketersediaan beras di wilayah Sambas masih dalam kondisi aman. 

Kepala Diskumindag Kabupaten Sambas, Hermanto, mengatakan pihaknya sebelumnya telah melakukan pertemuan dan koordinasi dengan sejumlah distributor bahan pokok, termasuk Perum Bulog serta Pinsar (Asosiasi Peternak Unggas).

“Beberapa waktu lalu kami juga telah melakukan pertemuan dengan para distributor, termasuk Bulog dan Pinsar. Dari hasil koordinasi tersebut diperoleh informasi bahwa stok beras di Kabupaten Sambas masih dalam kondisi aman,” ujarnya, Senin (9/3/2026). 

Meski demikian, ia mengakui saat ini terdapat kendala pada ketersediaan minyak goreng dan gula pasir di pasaran. Menurutnya, persediaan minyak goreng di Bulog saat ini memang mulai menipis.

“Untuk minyak goreng, persediaan di Bulog saat ini memang mulai menipis. Namun distributor sedang berupaya untuk menambah pasokan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan distribusinya berjalan dengan baik,” jelas Hermanto.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terjadi penurunan stok minyak goreng di pasaran. Namun setelah perayaan Imlek, distribusi bahan pokok tersebut mulai kembali berjalan lancar.

Pihaknya berharap menjelang bulan Ramadan hingga Idulfitri nanti, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sambas dapat kembali stabil sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan.

Selain itu, Hermanto juga menyinggung terkait pasokan unggas di Kabupaten Sambas yang masih sangat terbatas. Saat ini, produksi unggas di daerah tersebut hanya mampu memenuhi sekitar enam persen kebutuhan masyarakat.

“Sebagaimana diketahui bersama, pasokan unggas di Kabupaten Sambas hanya sekitar enam persen. Sebagian besar kebutuhan masih dipasok dari Kota Singkawang,” terangnya.

Kondisi tersebut turut memengaruhi harga telur di pasaran. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, harga telur saat ini mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp30.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.

Meski demikian, ia memastikan pihak Pinsar terus melakukan distribusi pasokan ke wilayah Sambas agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

“Pinsar juga terus melakukan distribusi pasokan ke Sambas. Mudah-mudahan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi sesuai dengan rencana,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar