Gula dan Minyak di Sambas Masih Mahal, Pasokan Tersendat dari Pontianak
SAMBAS, insidepontianak.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Sambas, khususnya gula pasir dan minyak goreng, masih bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dari distributor yang hingga kini masih bergantung pada pengiriman dari luar daerah.
Di tingkat toko, ketersediaan barang belum sepenuhnya stabil. Pedagang masih mengandalkan suplai dari Kota Pontianak, sehingga fluktuasi harga sulit dihindari. Komoditas seperti minyak goreng kemasan, beras premium, dan gula pasir menjadi yang paling terdampak, dengan harga yang masih berada di atas ketentuan pemerintah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Kumindag) Kabupaten Sambas, Hermanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data di lapangan terdapat sekitar 18 distributor yang menyuplai kebutuhan masyarakat. Sebagian besar berada di wilayah Pemangkat dan sekitarnya.
Namun, operasional para distributor tersebut sangat bergantung pada pasokan dari perusahaan besar di Pontianak. Saat ini, distribusi dari pusat tersebut disebut tengah mengalami kendala.
“Untuk minyak goreng, kita sangat tergantung dari supplier Pontianak. Distributor di Sambas ini juga bergantung pada perusahaan besar di tingkat provinsi. Informasi yang kami terima, bukan karena produksi berkurang, tetapi pasokan untuk mengisi supplier di Pontianak juga sedang terbatas,” jelasnya, Jumat (17/4/2026).
Pemerintah daerah melalui dinas terkait berencana melakukan survei pasar serta langkah pengawasan langsung guna memastikan ketersediaan barang dan menjaga stabilitas harga. Komunikasi dengan para distributor juga terus diintensifkan.
Meski demikian, ada kabar baik dari komoditas lain. Harga telur ayam dan ayam ras dilaporkan mengalami penurunan signifikan setelah Lebaran. Menurunnya permintaan masyarakat membuat harga kedua komoditas tersebut kembali ke harga normal.
Di tengah keterbatasan stok gula dan minyak goreng, pemerintah daerah memastikan pasokan tambahan segera datang untuk mengisi kekosongan pasar.
Kata dia, Pemkab Sambas juga mulai komunikasi dengan pelaku usaha lokal yang memproduksi minyak goreng.
"Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sambas, " pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment