Bapas Sambas Jelaskan Insiden Pekerja Tersengat Listrik Saat Pengecatan Atap
SAMBAS, insidepontianak.com – Pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sambas angkat bicara terkait insiden kecelakaan kerja yang menimpa seorang pekerja saat melakukan pengecatan atap kantor, Selasa (21/4/2026) pagi.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapas Kelas II Sambas, Syarif, menjelaskan bahwa kegiatan pengecatan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin kantor.
“Pada awalnya Bapas Sambas ingin mempercantik kantor melalui kegiatan pemeliharaan, termasuk pengecatan. Mengingat kantor Bapas merupakan salah satu cagar budaya di Sambas, maka perlu dirawat dan dijaga dengan baik,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, pekerjaan tersebut dilakukan oleh tukang yang dinilai berpengalaman di bidang pengecatan. Namun, insiden terjadi akibat kelalaian di lapangan.
Menurut Syarif, saat proses pengecatan berlangsung di bagian atap seng, terdapat jaringan kabel listrik bertegangan tinggi milik PLN yang berada cukup dekat dan dalam kondisi terbuka. Salah satu pekerja yang berada di lokasi diduga kurang memperhatikan kondisi sekitar.
“Korban saat itu menggunakan payung kepala untuk menahan panas matahari, sehingga kurang menyadari adanya kabel listrik di atasnya. Padahal sebelumnya sudah diingatkan oleh rekan kerjanya,” jelasnya.
Saat korban berdiri, tubuhnya langsung tersengat aliran listrik dari kabel tersebut hingga menyebabkan kecelakaan. Dalam kejadian itu, kabel juga dilaporkan sempat terlepas.
Pihak Bapas bersama warga dan aparat kepolisian yang berada di lokasi langsung sigap memberikan pertolongan. Korban kemudian segera dibawa menggunakan mobil dinas ke RSUD Sambas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Alhamdulillah, penanganan berjalan cepat. Kami juga dibantu pihak kepolisian dan masyarakat sekitar,” tambah Syarif.
Lebih lanjut, pihak Bapas memastikan telah mengambil langkah tanggung jawab dengan membantu proses pengobatan korban, termasuk pengurusan BPJS serta menjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga.
“Kejadian ini murni human error. Namun kami tetap bertanggung jawab dan memastikan korban mendapatkan penanganan terbaik,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment