Guru Kelas dan Honorer Jadi Andalan Sekolah Atasi Kekurangan Guru Agama di Landak
LANDAK, Insidepontianak.com - Kekurangan ratusan guru agama di sekolah dasar Kabupaten Landak memaksa sekolah mencari berbagai cara agar pembelajaran tetap berjalan.
Salah satu solusi yang ditempuh adalah menugaskan guru kelas serta tenaga honorer untuk mengajar mata pelajaran agama.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri, mengakui keterbatasan jumlah guru agama masih menjadi tantangan di sejumlah sekolah.
Menurutnya, selama kebutuhan guru agama belum terpenuhi, sekolah diberi keleluasaan memanfaatkan sumber daya yang tersedia agar siswa tetap mendapatkan pelajaran agama.
"Untuk sementara, kalau di sekolah belum ada guru agama, maka guru kelas yang memiliki agama yang sama dengan peserta didik bisa membantu mengajar mata pelajaran agama," kata Samsul, Jumat (5/6/2026).
Ia mencontohkan, apabila sebuah sekolah belum memiliki guru agama Islam, maka guru kelas yang beragama Islam dapat ditugaskan mengajar mata pelajaran tersebut. Hal yang sama juga diterapkan untuk agama lainnya.
Selain memanfaatkan guru kelas, sejumlah sekolah juga menggunakan tenaga honorer yang telah terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk membantu mengisi kekurangan tenaga pengajar.
"Ada juga sekolah yang menggunakan tenaga honorer yang sudah masuk Dapodik untuk membantu mengajar, terutama pada bidang yang masih kekurangan guru," ujarnya.
Samsul menilai langkah tersebut menjadi solusi sementara agar proses belajar mengajar tidak terganggu di tengah keterbatasan tenaga pendidik yang tersedia.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut belum ideal. Menurutnya, kebutuhan guru agama yang cukup besar masih menjadi perhatian agar layanan pendidikan keagamaan dapat diberikan oleh guru sesuai dengan bidangnya.
"Kita tentu berharap kebutuhan guru agama ini secara bertahap dapat dipenuhi sehingga pembelajaran bisa lebih optimal," pungkasnya. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment