Pasca Kebakaran Mobil, SPBU Simpuan Semparuk Ditutup Sementara dan Dipasang Garis Polisi

5 Juni 2026 17:12 WIB
Mobil Toyota Cayla yang terbakar di SPBU Simpuan Kecamatan Semparuk masih berada di TKP, dan area sekitar masih dipasang garis polisi, Jumat (5/6/2026). (insidepontianak.com/Antonia Sentia).

SAMBAS, insidepontianak.com – Sehari setelah insiden kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah mobil di area SPBU Simpuan, Kecamatan Semparuk, aktivitas pengisian bahan bakar di lokasi tersebut dihentikan sementara, Jumat (5/6/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan satu unit mobil minibus Toyota Calya yang terbakar masih berada di tempat kejadian. Kondisinya nyaris tidak berbentuk, dengan seluruh bodi menghitam akibat dilalap api. Cat kendaraan terkelupas, kaca jendela pecah, sementara bagian depan dan atap mengalami kerusakan parah hingga hanya menyisakan rangka besi.

Mobil tersebut masih terparkir tepat di depan dispenser pengisian Pertalite No. 2 yang juga mengalami kerusakan akibat kebakaran. Bagian pompa pengisian terlihat menghitam dan sejumlah komponennya rusak karena terkena panas api.

Untuk kepentingan penyelidikan, seluruh area kejadian telah dipasang garis polisi berwarna kuning bertuliskan “DILARANG MELINTAS GARIS POLISI”. Garis pembatas tersebut dipasang guna mencegah masyarakat memasuki lokasi yang masih menjadi objek pemeriksaan aparat kepolisian.

Selain kendaraan dan dispenser BBM, dampak kebakaran juga terlihat pada bagian kanopi SPBU. Beberapa sisi atap mengalami kerusakan akibat paparan panas tinggi saat peristiwa berlangsung. Di sekitar lokasi juga tampak puing-puing sisa kebakaran serta bekas cairan yang masih berserakan di lantai beton.

Manajer SPBU Simpuan Semparuk, Aan Andrianto, saat ditemui awak media memilih belum memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Menurutnya, pihak SPBU masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.

“Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan keterangan apa pun kepada media karena masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran yang terjadi saat proses pengisian BBM tersebut masih dalam penyelidikan aparat. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab insiden yang sempat menggegerkan warga Kecamatan Semparuk tersebut.

Akibat peristiwa itu, satu unit mobil hangus terbakar, dispenser pengisian BBM mengalami kerusakan berat, dan sebagian bangunan SPBU turut terdampak. Beruntung tidak ada korban jiwa, meski pengemudi kendaraan dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar