Satono-Heroaldi Dampingi Wagub Kalbar Tutup Naik Dango ke-XIX di Sambas

24 Mei 2026 22:52 WIB
Penutupan kegiatan Naik Dango XIX di halaman Rumah Adat Dayak Ramin Bantang Nek Riuh, Minggu malam (24/5/2026). (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, mendampingi Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menutup kegiatan Naik Dango XIX di halaman Rumah Adat Dayak Ramin Bantang Nek Riuh, Minggu malam (24/5/2026).

Penutupan berlangsung meriah. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan budaya yang telah digelar sejak 19 Mei 2026 tersebut.

Dalam sambutannya, Satono mengatakan pelaksanaan Naik Dango tahun ini berjalan sukses berkat dukungan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kegiatan budaya tersebut bukan hanya milik masyarakat Dayak, tetapi menjadi ruang kebersamaan seluruh masyarakat di Kabupaten Sambas.

“Suksesnya Naik Dango tahun ini bukan hanya sukses masyarakat Dayak, tetapi keberhasilan seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

Satono juga mengapresiasi dukungan berbagai organisasi dan paguyuban yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Mulai dari DAD, MABM, MABT hingga paguyuban Jawa disebut turut menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Ia menegaskan, Naik Dango bukan sekadar agenda budaya tahunan. Kegiatan itu juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM.

“Momentum gawai setiap tahun harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Krisantus Kurniawan menilai pelestarian budaya daerah penting dilakukan di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi.

Menurutnya, budaya dan adat istiadat tidak boleh hilang ditelan zaman.

“Suku atau bangsa yang tidak melestarikan budaya dan adatnya perlahan akan hilang,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pelaksanaan Naik Dango ke depan semakin banyak menghadirkan edukasi budaya bagi generasi muda.

Salah satunya dengan menampilkan peralatan tradisional dan warisan budaya leluhur sebagai sarana pembelajaran.

Menurut Krisantus, pengenalan budaya lokal penting agar generasi muda memahami kehidupan dan kearifan masyarakat terdahulu dalam menjaga alam dan tradisi.

Ia pun mengajak masyarakat terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar