Tunggu 30 Hari, KNKT Belum Bisa Pastikan Penyebab Jatuhnya Helikopter PK-CFX
SEKADAU, insidepontianak.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan 30 hari sejak jatuhnya helikopter PK-CFX di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, laporan awal atau preliminary report akan dirilis.
Investigator KNKT, Dian Saputra, mengatakan laporan tersebut akan memuat data-data faktual hasil investigasi, seperti kondisi cuaca hingga performa mesin sebelum insiden terjadi.
“Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual,” kata Dian, Jumat (17/4/2027).
Dian menegaskan, bahwa hingga saat ini penyebab jatuhnya helikopter tersebut belum dapat dipastikan karena proses investigasi masih berlangsung.
“Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita masih menunggu hasil analisis,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, helikopter PK-CFX tidak dilengkapi black box seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR) sebagaimana pesawat besar.
Dengan demikian, tidak ada perekam percakapan maupun data penerbangan secara lengkap.
Sebagai gantinya, KNKT mengandalkan engine data recorder yang merekam performa mesin, termasuk kondisi oli dan putaran mesin.
“Dari situ nanti bisa kita lihat bagaimana performa mesin sebelum kejadian,” jelasnya.
Selain itu, KNKT juga berupaya mengumpulkan data tambahan dari berbagai sumber, termasuk kemungkinan temuan kamera di lokasi kejadian yang dapat direkonstruksi untuk mendukung investigasi.
Seluruh data yang dihimpun nantinya akan dianalisis lebih lanjut, termasuk dengan melibatkan pihak manufaktur di Perancis.
Untuk laporan akhir atau final report yang memuat penyebab serta faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan, diperkirakan akan dirilis dalam kurun waktu hingga 12 bulan.
KNKT menegaskan investigasi ini berfokus pada aspek keselamatan penerbangan, guna menghasilkan rekomendasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sebelumnya, Helikopter PK-CFX hilang kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada, Kamis (16/4/2026) pagi sekitar pukul 08.39 WIB.
Helikopter tersebut membawa delapan orang. Terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Mereka masing-masing adalah Capt Marindra W (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), serta Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment