BPJS Ketenagakerjaan Pontianak Gandeng DMI-DMK Perkuat Literasi Jamsostek

16 Maret 2026 11:26 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Pontianak gandeng DMI gaungkan literasi Jamsostek. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak gandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memperkuat gerakan sadar jaminan sosial ketenagakerjaan.

Program ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat tentang manfaat dan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan. Masjid didorong menjadi simpul edukasi bagi jamaah, khususnya pekerja yang belum terlindungi program jaminan sosial.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendukung langkah tersebut. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalbar yang diwakili Iskandar menilai perluasan kepesertaan penting, terutama bagi pekerja sektor informal.

“Masih banyak pekerja yang belum terlindungi. Literasi seperti ini penting agar masyarakat memahami hak perlindungan sosial,” ujarnya.

Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia Kalimantan Barat, Abdul Munir Hamid, menegaskan peran masjid tidak sebatas tempat ibadah.

Menurutnya, masjid juga dapat menjadi pusat pemberdayaan umat, termasuk dalam mendorong kesejahteraan dan perlindungan sosial jamaah.

“Masjid harus hadir dalam berbagai persoalan umat, termasuk soal perlindungan pekerja,” katanya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Suhuri, menegaskan program jaminan sosial ketenagakerjaan terbuka bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal.

Melalui kolaborasi dengan pengurus masjid, literasi diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas.

“Kami ingin pemahaman tentang jaminan sosial sampai ke lingkungan masjid. Harapannya semakin banyak pekerja yang terlindungi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis kartu kepesertaan kepada perwakilan peserta. Selain itu, diserahkan pula klaim manfaat kepada ahli waris peserta sebagai bukti perlindungan program berjalan.

Kegiatan ini sekaligus menandai peluncuran Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, Dewan Masjid Indonesia, dan pengurus masjid untuk memperluas literasi jaminan sosial di masyarakat.

Acara yang digelar Jumat sore itu diawali pembukaan dan doa bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pengurus Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat yang menekankan pentingnya sinergi lembaga keagamaan dan negara dalam memberikan perlindungan sosial.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak pekerja memahami pentingnya jaminan sosial. Perlindungan tersebut diharapkan memberi rasa aman sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo/biz
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar