Ancaman Virus Nipah Muncul, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

4 Februari 2026 10:53 WIB
Dokter Umum RSUD SSMA, dr. Gita Risti Novianti.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ancaman penyakit menular baru kembali mengintai. Dunia kesehatan diminta siaga. RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak pun bergerak mengedukasi publik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis. Penularannya berasal dari hewan ke manusia. Dokter Umum RSUD SSMA, dr. Gita Risti Novianti, menjelaskan virus ini dibawa oleh kelelawar buah sebagai reservoir alami.

“Kelelawar buah dapat menularkan virus langsung ke manusia. Penularan juga bisa terjadi melalui buah-buahan, salah satunya nira atau buah aren,” ujar Gita, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, gejala awal infeksi Nipah kerap menyerupai flu biasa. Kondisi ini membuat masyarakat sulit membedakan dengan penyakit umum. Padahal, infeksi virus ini berpotensi mematikan jika tidak ditangani cepat.

“Gejalanya antara lain demam, nyeri otot, batuk, pilek, hingga kejang pada kondisi berat,” jelasnya.

Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat antivirus yang terbukti efektif untuk manusia. Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama.

Gita mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang bepergian ke luar negeri atau tinggal di wilayah dekat habitat kelelawar.

“Masyarakat harus menghindari kontak dengan penderita. Gunakan masker saat bepergian. Pilih buah yang layak konsumsi. Pastikan tidak ada bekas gigitan hewan, terutama kelelawar,” tegasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Pontianak maupun di Indonesia. Meski begitu, kewaspadaan harus tetap dijaga.

“Mulai dari diri sendiri dan keluarga. Pencegahan dini penting agar Virus Nipah tidak masuk ke Indonesia,” pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar