10 Tahun Bertahan di Rumah Rapuh Jalan Parit Bugis, Vita Akhirnya Mendapat Harapan Baru

16 Maret 2026 14:13 WIB
Vita, pemilik rumah tak layak di Jalan Parit Bugis, Kubu Raya yang mendapatkan bantuan rehab dari pemerintah saat diwawancarai. (insdepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Selama hampir sepuluh tahun, Vita menjalani hari-harinya di sebuah rumah kayu sederhana di Jalan Parit Bugis, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.

Rumah itu jauh dari kata layak huni. Dindingnya mulai lapuk. Atapnya tak lagi kokoh, dan sebagian bangunan tampak hanya menunggu waktu untuk roboh.

Namun, di tempat itulah Vita bertahan bersama keluarga kecilnya. Suaminya bekerja sebagai buruh bangunan, yang saban hari harus berpindah-pindah lokasi hingga keluar kota.

Sementara, Vita hanya sebagai ibu rumah tangga. Ia menunggu bersama kedua anaknya yang masih kecil di rumah.

“Sudah sekitar 10 tahun saya tinggal di sini. Suami saya malah sudah sekitar 40 tahun di sini,” tuturnya, Senin (16/3/2026).

Satu dekade bukan waktu yang singkat. Dalam kurun itu, berbagai kesulitan hidup silih berganti menghampiri keluarganya. 

Ia masih mengingat masa ketika kebutuhan pokok pun sulit terpenuhi.

“Pernah tidak ada beras di rumah,” katanya lirih.

Cobaan lain juga datang. Motor keluarga hilang dicuri, tabung gas pun pernah raib dari rumah. 

Semua itu menjadi bagian dari perjalanan panjang yang harus ia jalani dengan kesabaran.

“Pahit manis semua sudah dilewati. Berkat kesabaran dan keikhlasan, pasti ada balasannya,” ujarnya.

Rumah Nyaris Roboh

Kondisi rumah Vita akhirnya menarik perhatian pemerintah daerah. Saat meninjau langsung lokasi, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, melihat kondisi bangunan yang dinilai sudah tidak layak dihuni.

Ia memastikan rumah tersebut akan direhabilitasi setelah Lebaran.

“Insyaallah habis Lebaran rumah ini akan kita bongkar dan kita bangun. Saya akan bertanggung jawab,” tegas Sujiwo.

Menurutnya, persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah. 

Data sementara menunjukkan masih ada sekitar 16 ribu rumah yang membutuhkan penanganan di Kubu Raya.

“Rumah itu tempat kita beristirahat, tempat kita tidur, tempat kita tinggal bersama keluarga. Maka rumah harus layak, dan ini akan saya perjuangkan sekuat tenaga,” ujarnya.

Sujiwo menjelaskan, tidak semua rumah bisa langsung mendapatkan bantuan pemerintah, terutama yang berada di kawasan bantaran sungai karena terkendala legalitas lahan. 

Untuk wilayah tersebut, pemerintah akan mengupayakan pembangunan melalui skema gotong royong bersama berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala Desa Arang Limbung, Hendra Amri Rimbun, mengatakan bantuan rehabilitasi rumah Vita berawal dari laporan warga yang kemudian ditindaklanjuti pemerintah desa.

“Dari laporan masyarakat, alhamdulillah kali ini rumah Bu Vita siap dibangun," kata Hendra.

Selanjutnya pemerintah desa, kata dia, akan melakukan pendataan rumah-rumah di pinggir sungai yang tidak bisa dibantu melalui APBN maupun anggaran kabupaten.

Ia menegaskan, pemerintah desa akan terus mendata warga yang tinggal di rumah tidak layak huni agar dapat diperjuangkan bantuan serupa.

“Insyaallah akan kita data semua supaya warga Arang Limbung bisa mendapatkan rumah yang layak,” tegasnya.

Harapan Setelah Satu Dekade

Bagi Vita, bantuan rehabilitasi rumah ini menjadi jawaban atas penantian panjang selama sepuluh tahun tinggal dalam keterbatasan. 

Ia tak memiliki harapan muluk, hanya ingin keluarganya bisa tinggal dengan aman dan nyaman.

Dengan suara lirih, ia kembali menyampaikan doa bagi semua pihak yang telah membantunya.

“Semoga sehat selalu, murah rezekinya. Pokoknya doa yang terbaik,” ucapnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar